Jarang Tembus PIMNAS, Perguruan Tinggi Swasta Dinilai Masih Kejar Kuantitas Dibanding Kualitas

MALANGTIMES - Selama ini,  PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) mahasiswa PTS (Perguruan Tinggi Swasta) agak kesulitan menembus PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Menurut Sekpel Kopertis Wilayah VII Dr Widyo Winarso MPd, salah satu akibatnya karena para dosen pendamping PKM di PTS cenderung mementingkan kuantitas PKM, bukan kualitasnya. Padahal, sebenarnya banyaknya PKM belum tentu berpeluang besar lolos, melainkan kualitas PKMnya lah yang berpengaruh besar. 

"Saya ingin memberikan orientasi baru, yang utama bukan banyaknya proposal yang diajukan, tapi utamakan mana yang berpeluang," terang Widyo dalam acara Peningkatan Mutu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Lingkungan LLDIKTI wilayah VII tahun 2018 di STIE Malangkucecwara (ABM).
Menurutnya, PKM mahasiswa punya kontribusi untuk meningkatkan peringkat PT sebesar 12 persen. Di wilayah VII, hanya 14 kampus PTS yang masuk dalam 100 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia berdasarkan Kemenristekdikti. 

"Prestasi itu sangat membantu karir Anda ke depan. Dari segi institusi sangat mempengaruhi peringkat PT masing-masing. Alumni PKM,  apalagi yang lolos pimnas juga pasti selalu mudah mendapatkan pekerjaan," jelasnya. 
PKM akan memunculkan sifat-sifat kemampuan komunikasi, kejujuran integritas, kemampuan bekerjasama, interpersonal, beretika, motivasi inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, kreatif, humanis, kemampuan berwirausaha, yang berujung pada indeks prestasi yang terus meningkat.

"Intinya melalui PKM anda sudah berada di jalan yang benar," ujar Widyo mantap. 
Nah,  bagaimana caranya agar proposal dapat lolos ke PIMNAS? Widyo memberi tips sederhana,  jika sehari-hari ada masalah (misal sampah), pikirkan bagaimana solusinya, caranya bagaimana, lalu masukkan ke pendahuluan. 
Dalam acara itu, PKM milik 130 mahasiswa dari 31 PTS se Jawa Timur dibimbing oleh narasumber dari dosen STIE Kucecwara dan Universitas Negeri Malang (UM).

Top