MALANGTIMES - Pasangan Independen Cabup-Cawabub Kabupaten Malang, Nurcholis-Mufid nampaknya tak mau kalah dengan dua pasangan lain, pasangan Incumbent Rendra-Sanusi dengan duo srikandi Dewanti-Masrifah.
Apabila pasangan Rendra-Sanusi mengidentikkan dengan jargon M3 (Madep Manteb Manetep), kemudian pasangan Dewanti-Masrifah dengan jargon Malang Anyar, pasangan Nurcholis-Mufid memperkenalkan jargon mereka yaitu 'Malang Tahes, Kadit Odob'
Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
"Jargon ini adalah bagian dari visi dan misi kita dalam menonjolkan sisi kedaerahan Kabupaten Malang yang memiliki Bahasa Walikan sebagai ciri khasnya," ungkap Nurcholis kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Senin (17/8/2015) di posko tim pemenangannya, Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen.
Nurcholis menambahkan jargon ini dikenalkannya bersamaan dengan peringatan HUT RI ke 70, pada 17 Agustus 2015 karena bersamaan momentumnya. Ia berjanji apabila terpilih, jargon ini akan akan diterapkannya dalam Peraturan Daerah (Perda).
"Ada sembilan item makna yang terkandung dalam jargon tersebut, kalau Allah meridhoi akan saya terapkan menjadi Perda," katanya optimis.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19
Dia menjelaskan bahwa makna dalam jargon ini adalah, Malang Sehat, tapi tidak Bodoh. "Yang kita tonjolkan kesehatan dan pendidikan. Kalau Orang Sehat, pasti pendidikan akan berjalan," pungkasnya. (*)
