JATIMTIMES - Polresta Malang Kota melakukan simulasi Sispamkota menjelang Pilkada 2024. Hal itu untuk memprediksi adanya potensi peristiwa yang tidak diinginkan.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa beberapa potensi diprediksi terjadi pada Pilkada 2024. Oleh karena itu, pihaknya menggelar simulasi pengamanan pilkada.
Baca Juga : Ikuti Ajang Peparprov Jawa Timur 2024, Pj Wali Kota Kediri Beri Semangat Atlet Disabilitas
“Tadi seperti ada perusakan kantor KPU, Bawaslu, objek vital, ATM, pertokoan. Masalah ini juga harus kita persiapkan,” ujar Budi Hermanto.
Mengutip ketua DPRD Kota Malang, Budi Hermanto mengatakan bahwa simulasi ini menandakan Kota Malang sudah siap menyambut Pilkada 2024. Dan ia berharap dengan simulasi yang dilakukan ini, prediksi tidak terjadi pada hari H.
“Karena memang ini yang harus kita jaga. Maka menjaga komunikasi sosial, komunikasi publik ini tidak mudah. Pemkot Malang bekerja sama dengan kepolisian, seluruh stakeholder, membangun komunikasi untuk sama-sama kita cinta damai, sama-sama kita cinta Kota Malang agar tetap Kota Malang ini aman, kondusif dan dapat dikendalikan,” beber polisi yang akrab disapa Buher ini.
Pada simulasi yang digelar, Polresta Malang Kota menurunkan kurang lebih 500 personel. Mereka gabungan dari polresta, kodim, satbrimobda, Dishub, Satpol PP, hingga Dinkes.
Baca Juga : Profil Tsamara Amany, Stafsus Menteri BUMN yang Jadi Komisaris PTPN Sejak 2023
“Perlu kami sampaikan beberapa pendekatan seperti perbatasan Kota Malang dengan Dau, Kota Malang dengan Pakisaji dan Singosari ini juga dilakukan penyekatan dengan personel TNI Polri termasuk Satpol PP. Ada danlanal juga siap diterjunkan dalam kegiatan pengamanan pilkada,” tukas Buher.
