JATIMTIMES - Jelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat Indonesia mulai sibuk dengan hewan kurban, termasuk di Kota Malang.
Peternak menyiapkan hewan ternaknya untuk dijual. Sedangkan masyarakat memilah dan memilih hewan yang akan dijadikan kurban.
Baca Juga : Rekomendasi Kipas Angin AC dan Kipas Angin Blower Cocok untuk Ruangan
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang memiliki tips yang bisa dibagikan ke masyarakat untuk memilih hewan kurban. Tentu agar daging kurban tersebut juga aman hingga saat dibagikan kepada yang berhak.
"Pertama-tama, perhatikanlah bentuk fisik sapi kurban. Pilihlah sapi yang memiliki bentuk tubuh yang ideal, tidak cacat, dan terlihat sehat secara keseluruhan," ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo.
Selain melihat dari kondisi fisik seekor ternak, dirinya juga menyarankan masyarakat untuk bisa memperhatikan asal usul hewan yang akan dijadikan kurban. Menurut Dodot, hal tersebut dimaksudkan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban dari segi perawatannya.
"Pastikan sapi berasal dari peternak yang terpercaya dan telah melaksanakan program pemeliharaan hewan yang baik," ungkapnga.
Selain itu, jika memungkinkan, dirinya juga menyarankan masyarakat melibatkan orang yang berpengalaman memilih hewan ternak atau orang yang berpengalaman dalam memelihara sapi sehingga dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif terkait kesehatan sapi kurban yang akan dipilih.
"Pastikan juga daging sapi tampak segar, berwarna merah muda, dan tidak berbau tidak sedap. Hal ini merupakan indikasi bahwa daging sapi tersebut masih dalam kondisi baik," tutur Dodot.
Baca Juga : 4 Cara Mengatasi Stress Language, Kaum Milenial Wajib Paham
Dirinya juga menyarankan agar masyarakat bisa melakukan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban di rlRumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang. Sebab, menurut dia, pemotongan di RPH akan memastikan bahwa proses dilakukan dengan baik, higienis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
"Kami juga ada RPH. Itu prosesnya dijamin halal karena ada juru penyembelih hewan (juleha) di sini," imbuh Dodot.
Selain itu, dirinya memastikan penyembelihan dilakukan oleh tenaga ahli. RPH juga memberikan sejumlah treatment ke hewan yang akan disembelih.
"Kemudian kita melakukan treatment ke hewan. Kalau orang awam, merobohkan sapi (untuk disembelih) itu bisa sampai setengah jam. Di sini tidak sampai 5 menit, sudah roboh. Jadi, hewan itu tidak merasa kesakitan," pungkasnya.
