Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Pemkab Malang Terima Aduan Sexy Dancer Cederai Kesenian Bantengan

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

09 - Jun - 2024, 13:46

Placeholder
Suasana workshop bantengan yang diadakan Pemkab Malang bersama sejumlah pihak, termasuk Dewan Kesenian Kabupaten Malang dan penggiat kesenian bantengan yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Malang. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Seiring berjalannya waktu, sebagian pentas kesenian bantengan kini dianggap menyimpang. Selain diiringi musik disc jockey (DJ), sebagian pentas kesenian bantengan kini juga dicederai aksi sexy dancer.

Fenomena tersebut sering dikeluhkan para penggiat maupun pecinta kesenian bantengan lantaran dianggap menyimpang dari norma kesusilaan.

Baca Juga : Pemkab Malang Siapkan Anggaran Khusus, Diklat Penyidik PNS Tergantung Pemerintah Pusat

Menanggapi aduan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyelenggarakan serangkaian workshop bantengan yang berlangsung sampai dengan hari ini, Minggu (9/6/2024).

"Ya banyak (aduan), laporan ke kita banyak. Makanya salah satu yang kita lakukan adalah ayo duduk bareng, karena ini fenomena se-Kabupaten Malang," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang Purwoto.

Dari sekian laporan pengaduan, menurut  Purwoto, salah satu yang sering disampaikan kepada pemerintah adalah mengenai keberadaan penari seksi alias sexy dancer. "(Mayoritas laporan) terkait DJ dan yang pakai pakaian seksi. Terus kaitannya jadi liar karena sebelum bantengan itu, sebagian ada yang minum miras (minuman keras). Sehingga ya jadi tidak terkendali, tidak terkontrol," beber Purwoto.

Selain keberadaan penari seksi, durasi pentas mesenian bantengan juga menuai kritik. Sebab, sebagian masyarakat merasa terganggu lantaran berlangsung hingga dini hari. Belum lagi keterlibatan anak kecil yang juga turut dalam pentas kesenian bantengan.

"Sekarang itu fenomenanya anak-anak Bantengan itu semakin kecil yang main, itu lebih menarik. Sehingga anak-anak sekolah itu sekarang semua (suka) bantengan," katanya.

Dampaknya, sambung Purwoto, lantaran pentas kesenian bantengan diselenggarakan hingga dini hari, mengakibatkan anak-anak pelajar akhirnya bolos sekolah. "Setelah itu, bantengan ya sampai jam 03.00 WIB, akhirnya mereka tidak sekolah gara-gara kesiangan. Makanya perlu ada aturannya, termasuk harus ada ketentuan terkait jam mainnya apakah perlu sampai semalam suntuk," imbuhnya.

Menanggapi laporan pengaduan tersebut, Pemkab Malang  turut melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) hingga para penggiat kesenian Bbntengan.

Baca Juga : Bupati Sanusi Bersiap Lanjutkan Program Malang Makmur, Infrastruktur hingga Industrialisasi Jadi Prioritas

"Kegiatan ini (workshop) adalah salah satu langkah yang kami ambil (untuk menindaklanjuti laporan pengaduan). Kalau diskusi beberapa tokoh Bantengan sudah sering. Tapi kalau kumpulnya cuma beberapa orang, kan tidak bisa (maksimal)," imbuhnya.

Hingga akhirnya,  serangkaian workshop bantengan yang turut dihadiri Bupati Malang HM. Sanusi tersebut juga turut melibatkan penggiat Kesenian bantengan se-Kabupaten Malang. "Bagaimana caranya bisa dikumpulkan tokoh-tokoh bantengan dari 33 kecamatan dan saat ini kami lakukan. Jadi apa yg dilakukan pemerintah ini untuk menyikapi itu (laporan pengaduan)," ujarnya.

Purwoto berharap, melalui workshop bantengan, marwah Kesenian Bantengan bisa kembali pada pakemnya. Sehingga, tidak ada lagi sexy dancer termasuk beberapa aduan yang disampaikan kepada pemerintah dalam penyelenggaraan kesenian bantengan selanjutnya.

"Mudah-mudahan muncul rekomendasi atau aturan, karena yang hadir dari 33 kecamatan ini adalah tokoh-tokoh kesenian bantengan di Kabupaten Malang. Harapan kami nanti (hasil dari workshop) disosialisasikan ke anggotanya," pungkas Purwoto.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Kesenian bantengan bantengan Pemkab Malang seni tradisional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy