JATIMTIMES - Perkuat layanan kesehatan masyarakat dan layanan rujukan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdoer Rahem Situbondo bakal menggunakan alokasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pengadaan sejumlah alat kesehatan.
Anggaran DBHCHT tahun 2024 yang dialokasikan untuk merealisasikan penguatan layanan tersebut adalah sebesar Rp2,3 miliar.
Baca Juga : Apa yang Dibaca Saat Mencium Hajar Aswad?
Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dr Hj Roekmy Prabarini Ario mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk melengkapi alat kesehatan (alkes) yang kurang maupun perlu peremajaan guna menunjang penguatan layanan kesehatan kepada masyarakat.
"Jadi, anggaran Rp2,3 miliar itu digunakan untuk pengadaan alkes seperti infuse pump 3 unit, syringe pump 2 unit, EEG (electro encephalo graph) 1 unit, ECG (elektro kardiograf) 2 unit, mesin anasthesia 1 unit, bed side cap 5 unit, pasien monitor 3 unit," jelas dr Roekmy, Senin (27/5/2024).
Selain itu, dr Roekmy mengungkapkan beberapa alkes ini untuk mengganti peralatan yang rusak karena faktor usia dan pemakaian. Diharapkan penambahan ini bisa men-support kamar operasi di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.
"Dengan berbagai peralatan tersebut, minimal waktu tunggu operasi lebih elektif dan cepat. Untuk pembelian pasien monitor rencananya kami ditempatkan di ruang ICU. Sebab, memang alat yang ada masih kurang," ungkapnya.
Baca Juga : Hari Ini Ada Fenomena Matahari di Atas Kabah, Cek Arah Kiblatmu Yuk!
Fungsi EEG, lanjut dr Roekmy, untuk mendeteksi sinyal listrik dari otak guna mendiagnosis pasien dengan kejang. Alat tersebut nantinya bakal ditempatkan di poli lklinik saraf. "Alat EEG ini untuk menggantikan alat EEG yang lama rusak karena faktor usia dan pemakaian juga," bebernya.
Semua alkes ini masih dalam proses sistem pengadaan. "Jadi, barangnya masih on proses. Barang belum datang," pungkasnya. (ADV)
