Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Benarkah Ketindihan Saat Tidur Terjadi karena Setan? Begini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Apr - 2024, 16:13

Placeholder
Ilustrasi sleep paralysis atau ketindihan. (Foto: shutterstock)

JATIMTIMES - Di Indonesia, ketindihan saat tidur adalah fenomena yang sering dikaitkan dengan budaya dan mitos. Dalam beberapa budaya, ada kepercayaan bahwa ketindihan saat tidur terjadi karena gangguan makhluk halus seperti setan atau roh jahat. Benarkah demikian? 

Dokter Umum dr Bandoro menjelaskan secara garis besar, tidur terbagi menjadi dua fase, yakni fase REM dan non REM. REM adalah kepanjangan dari Rapid Eye Movement atau fase dimana seseorang biasanya bermimpi. 

Baca Juga : Cuma 3 Hari Puasa Syawal, Tetap Dapat Pahala Setahun Penuh? Begini Penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan 

"Nah, untuk menjaga tubuh kita jalan-jalan atau loncat-loncat saat mimpi, maka kontrol ke otot tubuh dinonaktifkan sementara waktu oleh otak melalui mekanisme yang namanya Atonia REM," jelas Bandoro, dikutip dari konten di akun Instagram pribadinya @bandoromd, Senin (22/4). 

Lebih lanjut, Bandoro menerangkan pada kasus umumnya manusia saat terbangun dari tidur, maka fase Atonia REM juga harusnya ikut selesai. Namun di 10% orang, pada beberapa kondisi, otak bisa jadi terbangun disaat REM masih berlangsung. 

"Alhasil kitanya sadar tapi badan nggak bisa digerakkan sama sekali. Kayak ditindih, makanya namanya ketindihan atau sleep paralysis," ungkapnya. 

Selain itu, kata Bandoro, pada kondisi tersebut seringkali seseorang masih berhubungan dengan fase mimpi. Oleh karenanya, tak jarang fenomena ini juga disertai dengan halusinasi. Salah satu contohnya adalah, seperti ada bayangan hitam. 

Ketindihan atau sleep paralysis ini, kata Bandoro sebenarnya tidak berbahaya. Namun jika hal tersebut kerap mengganggu tidur, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut ini tips agar tak sering mengalami ketindihan atau sleep paralysis, menurut dokter Bandoro. 

- Tidur 7 - 9 jam sehari 

- Jam tidur teratur 

- Tidur menyamping (Pada sleep apnea)

- Olahraga rutin (Jeda maks 4 jam dari tidur)

- Hindari rokok, kafein, dan alkohol sebelum tidur

Demikian penjelasan soal apa yang terjadi pada tubuh seseorang saat mengalami ketindihan, beserta tips agar tidak mengalami ketindihan. Semoga membantu. 


Topik

Kesehatan ketindihan penjelasan dokter



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri