Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Potensi Budaya Gondowangi Berlimpah, Shanghai China pun Jatuh Cinta

Penulis : Dede Nana - Editor : Heryanto

06 - Sep - 2018, 00:08

Placeholder
Wayang Krucil Gondowangi, Wagir, yang telah membuat warga Shanghai China jatuh cinta saat dipamerkan di expo pembangunan Kabupaten Malang, beberapa pekan lalu (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Desa Gondowangi,  Kecamatan Wagir, memiliki geliat luar biasa dalam merayakan kebudayaan desanya.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Terkenal dengan pelestarian wayang krucil-nya sampai saat ini,  sampai pada berbagai geliat kegiatan kebudayaan ala desa, misalnya Festival Kampung Dilem yang tahun ini menginjak episode ketiga. 

Limpahan potensi dari warga desa Gondowangi,  Wagir,  dalam ruang kesenian tradisi yang terus hidup dalam masyarakat tersebut.

Bahkan telah mencuri perhatian masyarakat luar sampai mancanegara. Semisal di negara China, Shanghai, melalui wayang krucil Gondowangi. 

Denis Setyo Budi Nugroho Kepala Desa Gondowangi, Wagir, secara langsung mempresentasikan materi mengenai wayang krucil di croosrood conference Shanghai beberapa waktu lalu. 

Konon, wayang krucil merupakan warisan Sunan Kalijaga sebagai medium dakwah dalam menyebarkan agama Islam ke masyarakat.

Mengalami masa keemasannya di Malang sekitar tahun 1960.

Sejaman dengan Topeng Malangan dari Pakisaji dan Wayang Kulit Purwa.

Keberadaan wayang krucil bagi masyarakat Gondowangi khususnya, bukan sekadar benda pementasan seni saja. 

Tapi juga mempunyai nilai-nilai budaya yang tinggi. Bahkan di Dukuh Wiloso,  Gondowangi  wayang krucil merupakan benda pusaka yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar. 

"Sisi historis serta kentalnya nilai-nilai budaya inilah yang membuat wayang krucil mampu menarik perhatian banyak orang. Bahkan, banyak warga luar negeri pun terpicut atas keberadaannya yang masih terpelihara di desa kami," kata Denis,  Rabu (5/9/2018) kepada MalangTIMES, sembari menyampaikan,  wayang Krucil yang ada di desanya  menjadi satu-satunya  yang paling lengkap dengan jumlah 75 buah. 

Bukan hanya wayang krucil yang membuat Gondowangi berlimpah potensi kesenian dan budaya desanya.

Gelaran Festival Kampung Dilem pun, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam masyarakatnya.

Baca Juga : Diganggu Hantu Saat Karantina, Pemudik dari Italia Ini Melarikan Diri

Kehadirannya telah mampu menjadi sumber energi sekaligus perekat emosi antara masyarakat dengan pemerintahan desa. 

Dari sisi hiburan,  Festival Kampung Dilem pun mampu menjadi ruang kreativitas para pemuda berekspresi memperlihatkan potensi diri serta kekayaan budaya masa lalu. 

Denis menyatakan,  gelaran tersebut telah membuat desanya menjadi desa budaya yang menjadi jujukan warga luar dan dalam kota.

"Sinergi antara pemerintah desa dengan masyarakat ternyata mampu mengangkat kayanya potensi yang ada. Ini yang terus akan kita angkat, sayang dengan potensi besar ini kalau tidak kita dukung penuh," tegasnya. 

Hal senada juga dilontarkan oleh Camat Wagir Ichwanul Muslimin kepada MalangTIMES yang menyatakan,  pihaknya tentu akan terus memberikan dukungan terhadap kayanya potensi budaya di salah satu desa di wilayahnya tersebut. 

"Apa yang dikonsep dan dijalankan di Gondowangi tentunya sangat bagus. Wayang krucil maupun berbagai event kesenian yang ada kita dukung penuh," ujar Ichwanul saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Malang. 

Dirinya juga menyampaikan, bahwa kayanya potensi tersebut juga bisa mempercepat tiga program strategis Kabupaten Malang.

Baik dalam pengentasan kemiskinan,  optimalisasi pariwisata maupun daya dukung lingkungan hidup. 

 "Apa yang diperlihatkan Gondowangi melalui berbagai kegiatan seni dan budayanya bisa masuk semua untuk memperkuat tiga program strategis kabupaten Malang. Kita support dan promosikan tentunya segala potensi tersebut," ujar mantan Camat Pagelaran ini. 

Walau belum secara maksimal, imbuh Ichwanul, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya dalam pelestarian, pengenalan dan pengembangan potensi budaya Gondowangi ke khalayak umum. 

"Kita akui belum maksimal, setahap demi setahap. Misalnya wayang krucil kita bawa dalam expo pembangunan kemarin. Kadesnya juga bergerak cepat untuk itu sampai ke China dalam memperkenalkannya," pungkas Ichwanul. 


Topik

Peristiwa Potensi-Budaya-Gondowangi-Berlimpah pelestarian-wayang-krucil Festival-Kampung-Dilem Camat-Wagir Ichwanul



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Heryanto