JATIMTIMES - Viral di media sosial rekaman sebuah video seorang penumpang bus marah sekaligus mengeluh terhadap bus yang ia tumpangi. Penumpang pria tersebut marah lantaran harga ongkos bus Malang-Blitar yang harus ia bayarkan lebih mahal dari pada biasanya.
Video viral tersebut berasal dari akun SnackVideo @ZonaBus. Dalam videonya, penumpang tersebut mengeluh karena ia dikenakan tarif yang begitu mahal namun fasilitas yang diberikan tidak sesuai.
Baca Juga : Polres Malang Beberkan Tips Terhindar Uang Palsu, Ciri-cirinya Juga Bisa Diketahui Tuna Netra
“Bus ini memang bener-bener kusut teman-teman. Kita dikenakan tarif yang begitu mahal, lalu juga dioper dan laju bus juga sangat pelan,” ujar perekam video dikutip Rabu, (3/4/2024).
Tak hanya itu, di pertengahan perjalanan pria tersebut merekam jika bus tengah berhenti. Ia pun menjelaskan jika bus tersebut berhenti untuk mengoper para penumpang yang ada di dalam bus tersebut.
“Nah ini busnya lagi berhenti di Bendungan Karang Kates dan ternyata ini kita akan dioper menuju angkot atau bison untuk menuju ke Blitar,” jelasnya.
Lalu pada video yang ia rekam, terlihat para penumpang yang diminta untuk turun oleh supir bus dengan sebuah angkot telah terparkir dibelakang bus. Para penumpang kemudian terlihat beralih menaiki angkot yang telah diarahkan oleh sopir bus.
Perekam video itu pun kembali menjelaskan bahwa sang sopir angkot hanya diberikan ongkos Rp 10 ribu perorang. Seharusnya, kata si perekam sopir angkot tersebut diberikan Rp 20 ribu perorang sesuai dengan tarif umumnya.
“Mirisnya teman-teman, si supir angkotnya ini hanya dikasih Rp10 ribu perorang. Jadi total dari penumpang 5 orang hanya dikasih Rp50 ribu. Padahal normalnya, untuk satu orangnya itu Rp 20 ribu,” ucapnya
“Jadi memang konektur dan kru busnya tadi itu benar-benar gak punya hati ya. Karena mereka sendiri yang menentukan tarif dan supir angkot ini juga tidak bisa melawan,” sambungnya.
Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Terlibat Kasus Uang Palsu, Polisi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi
Lebih jauh ia pun mengungkapkan jika tarif normal Malang-Blitar hanyalah Rp 30 ribu saja. “Fakta yang paling mengejutkan lagi adalah kedua orang di depan saya ini itu sama-sama naik dari terminal Arjosari Malang menuju ke terminal Patria Blitar sama dengan saya. Jadi kita bertiga dikenakan tarif Rp50 ribu,” katanya.
“Bayangin saja dari Malang ke Blitar tarif normalnya adalah Rp30 ribu. Tapi kita bertiga ini dikasih tarif Rp50 ribu. Jadi ada pelanggaran tarif Rp 20 ribu disini,” jelasnya.
Ia pun menuturkan jika naik patas dengan harga yang sama yakni Rp 50 ribu bisa mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik dan pentingnya tidak ada operan. “Padahal jika tarif Rp 50 ribu itu kita naik patas, kita bener-bener tanpa oper, tanpa berhenti dan ac,” ucap pria tersebut.
“Jadi kita naik bus ini sudah pelanggaran tarif, dan juga sering berhenti-berhenti dan kondisi bus juga sangat kusut,” pungkasnya.
