Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pasukan Semut Ireng di Bawah Direja Meta, Bukti Perempuan Jawa Tak Kalah Piawai dengan Joan of Arc

Penulis : Dede Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Aug - 2018, 14:56

Placeholder
Patung Direja Meta (Ist)

MALANGTIMES - Era perang Jawa di bawah Pangeran Diponogoro melawan Belanda  tidak terlepas juga dari kiprah sang Direja Meta. Begitulah Nyi Ageng Serang,  panglima sekaligus penasihat utama perang Jawa dijuluki saat itu. 

Julukan Direja Meta atau dentuman senjata merupakan sebuah penghormatan bagi Nyai Ageng Serang karena kepiawaiannya dalam memimpin berbagai pertempuran dalam perang Jawa. Dengan pasukan yang dinamakan Semut Ireng, si Direja Meta mampu mengobrak-abrik wilayah timur Jawa Tengah yang diduduki Belanda. 

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Kepiawaiannya dalam bermain strategi dan kemahiran berperang di berbagai palagan  mengingatkan pada sosok perempuan pejuang asal Perancis bernama Jeanne d'Arc atau lebih dikenal dengan nama Joan of Arc. 

Di usia 17 tahun,  Joan of Arc telah menjadi pahlawan karena kepiawaian dan keberaniannya dalam  merebut kembali bekas wilayah kekuasaan mereka yang dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun. Joan of Arc menjadi terkenal karena berhasil mengakhiri pengepungan dalam tempo hanya sembilan hari. Setelah berbagai kemenangan lain yang diperolehnya, Joan berhasil mengantar pemahkotaan Charles VII di Reims.

Nyi Ageng Serang tidak jauh berbeda. Di usia 16 tahun, dirinya sudah masuk dalam militer kerajaan. Kiprahnya dalam dunia militer terus terasah dan teruji. Pasukan Semut Ireng di bawah komandonya kerap membuat pasukan Belanda bersenjata lengkap kocar-kacir. 

Peter Carey dalam bukunya berjudul Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX menuliskan, pasukan Semut Ireng di bawah komando Nyi Ageng Serang selalu memakai panji Merah-Putih yang disebut Panji Gula Kelapa dalam setiap pertempuran. Sedangkan Nyi Ageng Serang si Direja Meta,  dalam setiap pertempuran, selalu berkuda putih dengan menggunakan seragam serta melilitkan selendang pusaka lambang keperwiraan di tombaknya. 

Taktik perang si Direja Meta yang terkenal adalah serangan hanoman berdaun limbu. Taktik perang dengan cara menyerang diam-diam dengan pasukan kecil. Lantas pasukan Semut Ireng bersembunyi di ladang, semak-semak, atau sawah dengan berlindung di balik daun limbu yang mereka bawa. Melalui taktik perang tersebut, pasukan Belanda di berbagai pos di Gambringan,  Purwodadi, sampai bagian timur di Jateng kalang kabut dan frrustasi. 

Inilah yang membedakannya dengan taktik Joan of Arc dalam berbagai pertempuran. Joan of Arc memilih penggunaan artileri dan penyerangan frontal dalam merebut kemenangannya. 

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

Selain itu, Joan of Arc dalam pertempuran di Compiègne  tertangkap oleh pasukan Inggris. Sedangkan kecerdikan Nyi Ageng dalam bertempur dan mengolah taktik perang membuatnya selalu lolos dari para pemburu Belanda. Belanda tidak pernah berhasil menangkap si Direja Meta yang konon terkenal karena kesaktian yang didapatkannya dari pantai selatan, tempat si Direja Meta kerap bersemedi dan menimba ilmu kesaktian. 

Kecerdikan dalam berstrategi perang, ketangguhan dan kesaktiannya inilah yang membuat nasihatnya didengarkan Pangeran Diponogoro serta para pengikutnya. 

Nyi Ageng Serang adalah bagian dari banyaknya pahlawan perempuan yang hidup di zaman Belanda. Seorang pahlawan yang namanya mungkin tidak terlalu dikenal anak-anak milineal saat ini, misalnya jika dibandingkan dengan RA Kartini atau Cut Nya' Dhien. (*)


Topik

Peristiwa Pasukan-Semut-Ireng Joan-of-Arc Perempuan-Jawa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni