JATIMTIMES - Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi salah satu fakultas unggul dan banyak menjadi rujukan calon mahasiswa. Hal ini tentunya tak terlepas dari banyaknya keunggulan dan prospek karir lulusan Saintek yang dapat merambah pada berbagai apsek.
Dekan Fakultas Saintek UIN Maliki Malang Prof Dr Sri Harini MSi menjelaskan bahwa Fakultas Saintek memiliki 9 program studi (prodi). Mulai dari Prodi Biologi, Prodi Matematika, Prodi Fisika, Prodi Kimia, Prodi Prodi Teknik Informatika, Prodi Teknik Arsitektur, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi serta dua Magister yaitu Magister Biologi dan Magister Informatika.
Baca Juga : Memahami 99 Asmaul Husna Berdasarkan Maknanya, Umat Muslim Wajib Tahu
"Prodi kita selalu menjadi rujukan calon mahasiswa karena kita banyak sekali memiliki program-program unggulan," katanya.
Fakultas Saintek memiliki sebuah gedung 4 lantai di kampus 1 yang semuanya merupakan laboratorium. Sejak awal berdirinya Fakultas Saintek sejak 2004, telah dicanangkan bahwa Fakultas Saintek adalah fakultas berbasis laboratory.
"Jadi, memang mahasiswa kita gerakan, kita dorong menjadi riset researcher-researcher yang memiliki kompetensi, yang tidak kalah dengan perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Prof Sri Harini.
Dalam fasilitas pendukung, Prodi Biologi memiliki program unggulan di bidang mikrobiologi. Terdapat sebuah alat yang bernama DNA Sequance dimiliki prodi ini. Alat ini digunakan untuk melakukan uji DNA.
"Dan di perguruan tinggi yang lainnya nggak ada yang punya ini. Jadi, banyak teman mahasiswa maupun dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di sekitar kita. Akhirnya pengujiannya adalah bekerja sama dengan kita," ungkapnya.
Kemudian, Fakultas Saintek memiliki Prodi Matematika dengan progem unggulan adalah pengembangan big data sains. Big data sains ini menjadi isu cantik saat ini.
Bidang minat di Fakultas Sains juga cukup banyak. Salah satunya adalah Statistika dan data sains. Kemudian Aktuaria atau ilmu matematika keuangan Islam yang jarang dimiliki perguruan tinggi.
"Kemudian ada Kimia. Kita bawa ke arahnya halal sains. Jadi alat-alatnya supporting ke sana," kata Prof Sri Harini.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Prodi Fisika ini juga banyak menjadi rujukan. Hal ini karena Indonesia itu kerap terjadi dan menjadi pusat gempa.Prodi ini memiliki alat untuk yang dapat digunakan tingkat kegempaan dan kondisi aktivitas dari gunung berapi.
"Sudah banyak digunakan pengabdian masyarakat untuk, di daerah pesisir, termasuk juga di daerah yang susah air dan alat itu juga bisa mendeteksi keberadaan air. Semua dipelajari dari Prodi Fisika," paparnya.
Lebih lanjut Prof Sri Harini menjelaskan bahwa Fakultas Sainstek juga mengembangkan Fisika Kedokteran. Sebab, teknologi yang digunakan dalam kedokteran adalah berbasis peralatan.
"Teman-teman kedokteran untuk mendeteksi penyakit itu perlu alat, nah alat ini siapa yang bisa mengoperasikan, ya teman-teman yang ada di Fisika, siapa yang bisa memainkan adalah teman-teman di Fisika, " terangnya.
Baca Juga : Ide Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama Keluarga di Bulan Ramadan
Prodi Teknik Informatika juga menjadi prodi andalan. Dari prodi ini, juga banyak diraih prestasi-prestasi robotik yang memukau. Robotik-robotik buatan mahasiswa ini tekah banyak menorehkan prestasi di berbagai event, baik nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, Fakultas Saintek juga memiliki satu-satunya Prodi Arsitektur Islam yang ada di Indonesia. Dan Prodi Arsitektur ini mempunyai prestasi yang memukau, yakni masuk enam besar prodi terbaik di Asia Tenggara.
Fakultas Saintek juga telah memiliki banyak jurnal-jurnal yang terindeks scopus. Hal ini selaras dengan pencanangan Fakultas Saintek sebagai Fakultas Laboratory karena budaya akademik dimulai dari riset.
"Riset-riset itu tidak akan bisa dibaca oleh masyarakat kalau tidak ada fasilitasnya. Kita siapkan jurnal. Jadi kita setiap prodi memiliki jurnal, Prodi Arsitek itu sudah bereputasi internasional dan masuk Q1. Kemudian kita punya jurnal juga yang masuk Sinta 2 dan Sinta 3. Artinya ini mendukung bagaimana hasil-hasil penelitian terpublikasi," beber Sri Harini.
Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi ini juga sangat istimewa. Sebab, ini merupakan prodi satu-satunya yang berada di bawah Fakultas Saintek. Tidak seperti pada umumnya, biasanya prodi ini berada di bawah jumaniora atau sosial.
"Ini berkah pada saat 2017 SK-nya keluar,. Nomenklaturnya perpustakaan dan sains informasi itu dibawah sains, jadi arah pengembangan perpustakaan itu bagaimana database yang ada, tidak secara manual lagi penyelamatan arsip, tapi sudah berbasis sistem informas," kata Sri Harini.
Mahasiswa pada Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, mendapatkan dua ilmu, yakni ilmu perpustakaan dan sistem pengembangan informasi. Hal ini juga berimbas pada meningkatkan keterserapan lulusan pada prodi ini.
"Antrean setelah lulus itu kita kekurangan untuk bisa memenuhi. Karena hampir semua perpustakaan, baik perguruan tinggi, perpusnas, perpustakaan daerah, minta alumni kita," tuturnya.
Kolaborasi juga tak luput dari perhatian Fakultas Saintek. Kolaborasi terjalin dengan banyak pihak atau instansi, baik nasional maupun internasional. Kerjasama yang terjalin dalam berbagai hal, baik akademik, peningkatan sumberdaya maupun beasiswa.
Keunggulan lainnya bahwa UIN Maliki Malang memiliki ma'had. Para mahasiswa selama 1 tahun pertama wajib tinggal di ma'had. Hal ini memiliki kelebihan karena para alumni dapat memadukan atau mengintegrasikan antara sains dan Islam.
