Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

UB Bangun Jaring Pengaman Mental Mahasiswa untuk Tekan Risiko Bunuh Diri

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Apr - 2026, 12:13

Placeholder
Sosialisasi penguatan mental health mahasiswa dalam menghadapi permasalahan hidup yang digelar belum lama ini di Gedung Widyaloka UB. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Komitmen memperkuat ketahanan kesehatan mental mahasiswa terus digaungkan Indonesia Sehat Jiwa melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Brawijaya. Inisiatif ini menjadi langkah konkret membangun ekosistem pencegahan bunuh diri sekaligus penguatan resiliensi generasi muda di lingkungan kampus.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi penguatan mental health mahasiswa dalam menghadapi permasalahan hidup yang digelar belum lama ini di Gedung Widyaloka UB. 

Baca Juga : Nyalakan Spirit Kartini Tak Hanya Seremoni, Rektor UIN Malang Ajak Perempuan Bergerak dan Berkolaborasi

Acara ini dibuka langsung oleh Rektor UB Widodo, serta dihadiri Wakil Rektor III Setiawan Noerdajasakti dan Kepala Subdirektorat Konseling, Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan Direktorat Kemahasiswaan UB Ulifa Rahma.

Dalam forum tersebut, Yayasan Mahargijono Schutzenberger Indonesia menegaskan bahwa Indonesia Sehat Jiwa tidak hanya hadir sebagai penggerak kampanye kesadaran, tetapi juga sebagai mitra teknis yang membawa rancangan sistem penunjang terintegrasi bagi kampus. Sistem ini mencakup pendekatan berlapis mulai dari pencegahan bunuh diri, deteksi dini, respons krisis, rujukan klinis, hingga pemulihan pascakejadian.

Berbagai kapabilitas disiapkan untuk mendukung implementasi di lingkungan UB, mulai dari layanan hotline sebagai pintu masuk awal non-klinis, peer support, Pojok Curhat sebagai safe space, hingga quick response untuk situasi berisiko. Selain itu, program ini juga melibatkan relawan terlatih, pelatihan gatekeeper, serta jalur rujukan klinis yang terhubung dengan layanan kampus dan jejaring rumah sakit.

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menegaskan bahwa penanganan kesehatan mental mahasiswa tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menilai kampus membutuhkan sistem perlindungan yang hidup dan responsif sejak dini.

“Kehadiran Indonesia Sehat Jiwa di UB diharapkan mampu memperkuat fondasi layanan yang telah ada sekaligus menutup celah yang kerap membuat mahasiswa merasa sendirian dan terlambat mendapatkan bantuan,” kata Sofia.

Baca Juga : Sesi UTBK 2026 Jadi 22 sampai 2 Mei, Peserta Wajib Cek Jadwal

Sementara itu, Advisor Indonesia Sehat Jiwa sekaligus Kaprodi Psikiatri Fakultas Kedokteran UB, Frilya Rachma Putri, menekankan bahwa persoalan kesehatan mental mahasiswa umumnya merupakan akumulasi dari berbagai faktor, mulai dari keluarga, relasi, tekanan akademik, hingga pengalaman kekerasan dan rasa malu untuk mencari bantuan. Ia menilai kampus membutuhkan sistem yang berfungsi sebagai “radar”, bukan sekadar “ambulans”. 

“Dalam konteks ini, Indonesia Sehat Jiwa hadir bukan untuk menggantikan sistem kampus, melainkan memperkuatnya melalui pengembangan hotline, pelatihan, peer support, quick response, edukasi publik, serta rujukan klinis yang lebih terintegrasi,” kata Frilya.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia Sehat Jiwa menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun model perlindungan mahasiswa yang lebih komprehensif. Harapannya, Universitas Brawijaya tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga menjadi contoh kampus yang serius menghadirkan ekosistem kesehatan mental yang peka, terlatih, dan siap merespons sebelum mahasiswa memasuki fase krisis.


Topik

Pendidikan Universitas Brawijaya UB widodo indonesia sehat jiwa kesehatan mental mahasiswa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri