MALANGTIMES - Anggaran besar untuk menguatkan dan memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat maupun wisatawan dalam sektor pariwisata di Kabupaten Malang, membuat para pemangku kebijakan bermain skala prioritas.
Hal ini pula yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang yang mulai fokus dalam memasang berbagai rambu lalu lintas di jalan wisata yang ada di bumi Arema ini.
Dari hasil survei dan data yang ada di Dishub, untuk melengkapi seluruh jalan pariwisata di Kabupaten Malang membutuhkan anggaran sangat besar. Untuk pemasangan di tujuh destinasi wisata unggulan saja, bisa menyerap anggaran sampai Rp 60 miliar lebih.
"Anggaran memang besar untuk memenuhi hal tersebut. Karenanya kita bermain skala prioritas. Dari tahun ini sampai ke depan yang kita prioritaskan di jalan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS)," kata Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang, Selasa (28/8/2018).
Pemasangan rambu jalan wisata menjadi urgen bagi para pengunjung ke lokasi wisata. Selain untuk mempermudah dan menjadi pemandu pengunjung, juga akan memberikan kenyamanan dan terpenting keselamatan di jalan.
Hal tersebut, tentunya akan membuat para pengunjung ke berbagai lokasi wisata akan semakin dipermudah. Serta memiliki pandangan positif terhadap kelengkapan dan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung pariwisata.
Lutfi menjelaskan, sampai saat ini berbagai rambu lalulintas di jalan wisata terbilang minim. Bahkan, di ruas jalan wisata pantai Malang selatan, yaitu pantai Sendiki sampai Ungapan, tidak ada rambu lalu lintas sama sekali.
Banyak faktor yang membuat jalan wisata di Kabupaten Malang belum terpasang berbagai rambu lalu lintas. Anggaran menjadi kendala terbesar bagi Dishub. Dengan ruas jalan wisata di tujuh lokasi unggulan saja, seperti BTS, Masjid Tiban Turen, Boonpring, Pujon Kidul, Pantai Balekambang dan Ngliyep serta Gubukklakah, bisa menghabiskan Rp 60 miliar lebih.
"Sedangkan anggaran belanja kita di tahun 2018 hanya sekitar 26 miliar rupiah. Karenanya kita buat skala prioritas untuk pemasangan rambu," ujar Lutfi.
Tahun depan, Dishub Kabupaten Malang memfokuskan pemasangan rambu jalan berupa paku marka solar cell di ruas jalan Pakis-Tumpang. Pemasangan tersebut untuk melanjutkan kegiatan tahun ini, sehingga nantinya pemasangan rambu ke rest area Gubukklakah menyisakan 12 kilometer (Km) lagi.
Lutfi menyampaikan rencananya tahun depan ada sekitar 1.200 unit paku marka solar cell sepanjang 9,6 km yang akan dipasang. Dengan anggaran sekitar Rp 400 juta yang sudah direncanakan dan menunggu adanya penetapan.
"Kita sudah ajukan kebutuhan untuk rambu lalu lintas jalan wisata. Semoga bisa disetujui dan direalisasikan nantinya," ujar mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang ini. "Semoga juga di tahun depan dari pagu belanja 19 miliar rupiah, bisa adanya penambahan dari berbagai sumber pendanaan," imbuhnya.
Sedangkan untuk rencana penambahan anggaran dan kegiatan di tahun ini, Lutfi juga telah mengajukan kebutuhan belanja senilai Rp 14 miliar dalam PAK.
"Ajuan ini untuk berbagai belanja di tahun ini. Salah satunya adalah untuk rambu lalu lintas berupa paku marka," pungkas Lutfi.
