Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Sampah Ilegal di Kota Malang Buat Retribusi Menurun, DLH Kota Malang akan Ubah

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - Feb - 2024, 22:12

Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya (tengah) saat diwawancarai awak media (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)
Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya (tengah) saat diwawancarai awak media (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Faktor lose atau sampah ilegal yang masuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang mencapai 20 hingga 30 persen. Persentase itu dari total 700 ton sampah per hari yang telah masuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengatakan bahwa karena banyak sampah ilegal yang masuk mempengaruhi retribusi. Berdasarkan data yang ada, target retribusi pada 2023 sebesar Rp 17 miliar, namun realisasinya melebihi target itu.

Baca Juga : Sampah Ilegal Buat Retribusi Menurun, DLH Kota Malang akan Buat Gebrakan Baru

“2024 targetnya Rp 18 miliar. Lalu 2025 targetnya Rp 20 miliar,” kata Rahman, Jum'at (2/2/2024).

Dengan inovasi baru yang dibuat yakni stiker khusus yang ditempel pada angkutan sampah, Rahman mengaku akan membuat suatu gebrakan baru. Sebab, saat ini ada indikasi ada 'penumpang liar' di TPA Supit Urang.

Dia pun mencontohkan, Universitas Brawijaya (UB) Malang juga menjadi salah satu penyumbang sampah di TPA. Dan saat ini, sudah dilakukan perjanjian kerjasama bahwa sampah pada kampus negeri itu akan diangkut oleh DLH Kota Malang.

“UB ini juga salah satu sumber timbunan sampah yang dikirim ke TPA. Saat ini sudah melakukan administrasi dengan DLH untuk mengangkut sampah yang ada di kampus menuju TPA,” ungkap Rahman.

Baca Juga : Dorong UMKM Go International, Diskopindag Jalin Kemitraan untuk Stabilitas Bahan Baku

Di sisi lain, sampah yang berasal dari pasar juga jadi salah satu penyumbang di TPA Supit Urang. Dan sejauh ini ia mengaku sampah itu juga hanya dibuang begitu saja.

“Sampah dari pasar sampai 20 ton per hari. Itupun cuma buang begitu saja, tidak ada restribusi. Sekarang saya ingin semua betul-betul dihitung. Ini adalah identifikasi awal dan mitigasi masalah sampah dan meminimalisir kebocoran,” tukas Rahman.


Topik

Pemerintahan TPA Supit Urang sampah pengelolaan sampah kota malang retribusi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni