MALANGTIMES - Untuk dapat terus mengontrol perkembangan siswa-siswinya, SMPN 19 Malang rutin melakukan pendekatan personal. Yakni dengan menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan anak. Slogan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun ) juga benar-benar diterapkan di sekolah ini.
Kepala sekolah SMPN 19 Malang, Anis Isrofin menjelaskan, dengan pendekatan personal seperti itu, pihak sekolah dan wali murid dapat berkerjasama untuk menyelesaikan permasalahan siswa.
Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi
"Layanan konsultasi dan pendampingan rata-rata dimanfaatkan siswa yang bermasalah dengan keluarganya. Dengan begitu pihak sekolah akan berkomunikasi dengan wali murid agar permasalahan tersebut tidak sampai mengganggu proses belajar siswa," jelasnya.
Selain itu, sekolah yang terletak di Jl Sempu, Kecamatan Sukun ini telah menerapkan sistem pemberian poin jika siswa melanggar aturan, seperti membawa HP kesekolah. "Poin-poin tersebut bertujuan untuk meminimalisir kenakalan siswa. Sekolah juga tidak memberikan punishment berupa hukuman fisik jika siswa bersalah," tutup Anis.
Dengan penerapan sistem pendidikan serta pengajaran seperti itu, tak heran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) menyatakan SMPN 19 Malang menjadi sekolah layak anak. (*)
