MALANGTIMES - Pernahkah Anda lupa bersyukur diberi keluarga dan tempat tinggal layak? Barangkali kisah seorang nenek yang hidup sebatang kara ditemani tiga kera bisa membuat Anda makin bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Kisah ini terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adalah akun Instagram @goldenfuture.f mengunggah kisah menyedihkan kehidupan nenek tersebut. Golden Future Foundation merupakan sebuah yayasan kemanusiaan. Instagram yayasan ini memiliki jumlah pengikut sekitar 10.000. Ada 2000 lebih postingan tentang tragedi kemanusiaan baik di dalam maupun luar negeri.
Dan salah satu kisahnya adalah tentang seorang nenek dan tiga ekor kera. Berikut petikan kisahnya.
"Di Dusun Malempo, Desa Obel-obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur menjadi posko utama kami. Miris ketika mendengar cerita dari warga sekitar bahwa di sini ada seorang nenek yang hidup hanya bersama tiga kera miliknya. Nenek Sinah namanya. Tidak ada yang tahu pasti berapa usia beliau saat ini. Tapi kira-kira sekitar 70 tahun. Suaminya meninggal di Irian Jaya dan kini beliau menjalani hidup hanya bersama tiga kera pemberian dari warga. Katanya biar nenek Sinah ini tidak kesepian.
Beliau tidak suka keramaian karena kesehariannya ada di hutan. Terbukti ketika kami datang beliau takut. Tatapannya beda sekali dengan orang-orang pada umumnya. Kebutuhan-kebutuhan sehari-hari nenek Sirah ini dibantu oleh warga sekitar dari mulai makan dan minum. Termasuk rumah sederhana yang dibangun untuknya. Salah seorang warga bercerita kalau nenek Sinah ini makan, minum, dan tidur selalu bersama tiga kera yang setia menemaninya. Bahkan saat keranya sakit diobati oleh nenek Sinah. Sampai-sampai nenek Sinah rela tidak makan asal tiga kera miliknya bisa makan. Rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal nenek Sinah hancur akibat gempa. Dan kini ia hanya tinggal di pelataran rumahnya beralaskan terpal sederhana."
Kisah itu ditulis Golden Future Foundation pada Jumat (3/8/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Ada puluhan likes yang mengisi postingan tersebut. Sayang, belum ada reaksi dari warganet mengenai kisah nenek Sinah dan tiga kera yang harus menanggung hidup malang akibat gempa yang menguncang wilayah Lombok pada Minggu (29/7/2018).
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Gempa magnitundo berkekuatan 6,4 itu mengakibatkan ribuan rumah dan 10.000 lebih warga mengungsi. Hingga Jumat gempa masih dirasakan di Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. (*)
