Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Gerindra Jawab Pernyataan Hasto yang Sebut Ada Menteri Tak Jalankan Food Estate

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Sep - 2023, 11:47

Ketua Harian Gerindra Dasco. (Foto dari internet)
Ketua Harian Gerindra Dasco. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Sekjen PDIP Hasto Kristianto menyebut ada menteri di Kabinet Indonesia Maju yang tidak menjalankan dengan baik perintah Presiden Jokowi terkait food estate. Ketua Harian Gerindra Dasco merespons pernyataan Hasto.

"Apakah kira-kira statement tersebut ditujukan kepada Pak Prabowo. Kalau ditujukan ke Pak Prabowo, ya saya akan jawab begini," kata Dasco menjawab wartawan, Jumat (22/9/2023).

Baca Juga : Jelang Maulid Nabi, Habib Umar bin Hafidz Ijazahkan untuk Baca Salawat Ini 

Dasco lantas menjelaskan program food estate yang dijalankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dasco mengungkap, tanah lokasi program tersebut masih sulit untuk ditanami.

"Yang pertama, food estate yang dikerjakan atau diberikan tanggung jawab oleh Prabowo itu kan baru dalam rangka pembuatan prototype karena tanah di sana itu adalah tanah yang sulit untuk ditanami, sehingga akan dibuat dulu prototype-nya," kata Dasco.

Ia kemudian menegaskan, kalau Prabowo tidak melibatkan perusahaan yang diisi kroni-kroni dalam menjalankan program itu. Menurutnya, Prabowo justru melibatkan banyak pihak dalam keperluan mencari formulasi pematangan tanah.

"Bahwa Pak Prabowo kemudian melibatkan anak muda, melibatkan banyak pihak swasta, dan juga ada yang perguruan tinggi negeri, itu juga dalam rangka mencari formulasi pematangan tanah. Bukan kemudian untuk membuat bisnis dengan kroni, jadi kira-kira gitu," katanya.

Dasco juga menjelaskan soal proses pematangan lahan food estate. Dasco juga memberikan penjelasan soal dana terkait proses ini.

"Untuk diketahui bahwa sampai saat ini tidak satu Rupiah pun APBN yang dipakai. Sehingga dalam proses pematangan lahan, mencari formulasi pematangan lahan tersebut, untuk kemudian bagaimana proyek food estate yang diberikan tanggung jawab oleh presiden itu dapat berjalan dengan baik, karena kebetulan mendapat fondasi yang kurang bagus tanahnya," kata Dasco.

"Sehingga kemudian diambil kebijakan untuk memulai prototype terlebih dahulu dan kemudian mencari formulasi pematangan tanah untuk bisa dapat ditanami, kira-kira begitu," lanjutnya.

Ia lalu berharap publik paham terkait food estate yang dijalankan Prabowo. Dia pun berharap pernyataan Hasto soal food estate bukan untuk Prabowo.

"Ya mudah-mudahan yang baca bisa ngerti, tapi mudah-mudahan yang disampaikan oleh Pak Hasto itu bukan kepada Pak Prabowo ya," kata dia.

Baca Juga : Sampai September, Kunjungan di Kota Batu Tembus 6,3 Juta Wisatawan

Sementara sebelumnya, Hasto menyebut ada menteri di Kabinet Indonesia Maju yang tidak menjalankan dengan baik perintah Presiden Jokowi terkait food estate. Dia berbicara menteri itu melibatkan perusahaan yang hanya diisi oleh kroni-kroninya.

"Food estate merupakan bagian dari platform PDI Perjuangan di bidang pangan. Hanya, ketika Presiden (Presiden Jokowi) memberikan mandat kepada menterinya ini kan ada yang tidak menjalankan dengan baik, karena estate of interest. Misalnya dengan membentuk perusahaan yang hanya diisi oleh kroni-kroninya, ini kan bukan sesuatu yang sehat," kata Hasto, Kamis (21/9).

Hasto menyebut, pengelolaan food estate harus melibatkan masyarakat petani dan perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi.

"Padahal ketika kita bicara food estate tidak bisa melepaskan dari hulunya, penelitian, apakah tanahnya juga tanahnya cocok dengan tanaman tertentu, dan yang paling penting adalah petaninya, kita tidak bisa membangun food estate tanpa melibatkan petani, perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi, dan kemudian juga melibatkan local wisdom masyarakat yang ada," kata Hasto.

Diketahui sebelumnya, Hasto menggelar dialog ketahanan pangan bersama pendiri sekaligus peneliti senior Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University Prof. Rokhmin Dahuri dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Hadir dalam dialog tersebut, Kepala PKSPL LPPM IPB University, Prof Yonvitner beserta jajaran civitas IPB University.

"Hari ini kami datang ke PKSPL IPB untuk mengangkat sumber-sumber pangan dari laut sebagai upaya mencegah stunting, seperti upaya kita memanfaatkan laut sebagai salah satu sumber pangan di dalam mendorong Indonesia berdiri di kaki sendiri di bidang pangan," ucap Hasto.


Topik

Peristiwa Hasto Prabowo Gerindra food estate


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri