Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Disnaker-PMPTSP Kota Malang Catat Bisnis Kafe Meningkat Dua Kali Lipat

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Aug - 2023, 12:41

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pertumbuhan usaha atau bisnis kafe di Kota Malang saat ini tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan. Catatan Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, ada peningkatan hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu. 

"Kafe itu di Kota Malang sedang menjamur. Dan pertumbuhannya sekitar dua kali lipat jika dengan tahun lalu," ujar Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan. 

Baca Juga : Bappeda Kota Malang Minta Pokir Dewan Akomodir Kebutuhan Masyarakat

Menurut Arif hal tersebut juga dilihat dari berkas pengajuan perizinan yang masuk ke Disnaker-PMPTSP. Dimana sepanjang tahun 2023 ini, sudah ada sekitar 1.000 pengajuan perizinan usaha atau bisnis kafe. Dan masih banyak yang menumpuk. 

"Kalau sampai bulan ini mungkin sudah ada sekitar seribu an. Kalau dua kali lipat berarti untuk pengajuan tahun lalu ada sekitar lima ratus," jelas Arif. 

Arif mengatakan, menumpuknya berkas pengajuan perizinan usaha kafe tersebut juga dikarenakan beberapa hal. Di antaranya yakni Disnaker-PMPTSP harus melakukan survey lapangan untuk memastikan keberadaan usaha yang diajukan perizinannya.

"Misalnya, kafe kan biasanya ada reklamenya, itu harus dicek. Tata letaknya, masuk rumija (ruas milik jalan) atau tidak, ataukah masuk ke dalam GSB (garis sepadan bangunan). Itu kadang yang beberapa masyarakat masih salah persepsi," terang Arif. 

Selanjutnya, jika berdasarkan survey dan pengecekan lokasi telah dipastikan sesuai, maka berkas perizinan pun akan diberikan. Selain itu, kelengkapan berkas lain juga masih harus turut disertakan. Seperti izin mendirikan bangunan (IMB) atau berkas lainnya. 

"Sama kesesuaian lokasi. Misalnya di sebuah komplek pemukiman, apakah diperbolehkan ada kafe di lingkungan pemukiman. Tapi kalau berdasarkan RTRW (rencana tata ruang wilayah) yang baru ini lebih fleksibel, jadi tidak harus pemukiman diisi rumah huni semua," beber Arif. 

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji juga mengatakan bahwa bisnis kafe memang menjadi salah satu peluang investasi yang masih banyak diminati di Kota Malang. Bahkan menurutnya, hal tersebut juga sangat berpeluang untuk terus tumbuh dan berkembang. 

Baca Juga : Dukung Keberadaan UMKM, Bupati Malang Gencarkan Ketersediaan Jaringan Internet hingga Pelosok

Untuk itu, dari setiap investasi yang masuk ke Kota Malang, dirinya berpesan agar tetap menjaga kearifan lokal. Dan tentunya juga harus turut berkontribusi dalam terjaganya kondusifitas lingkungan sekitar. 

"Paling tidak setiap ada tumbuh kembang investasi saya pesan kearifan lokal harus dijaga, situsasi lingkungan harus dijaga. Dan jangan sampai menjadi bumerang. Setiap datang saya cek bagaimana kelengkapan perizinan dan lain sebagainya," terang Sutiaji. 

Salah satunya dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk diserap sebagai tenaga kerja. Jika hal itu sudah dapat dilakukan, tentu juga akan diikuti dengan dampaknya pada perekonomian masyarakat. 

"Nah setelah itu baru kita lihat signifikasi pada pertumbuhan ekonomi di Kota Malang dan setelahnya juga kita lihat bagaimana berimpact pada ekonomi masyarakat sekitar. Tadi karyawan juga mengambil dari warga sekitar," jelas Sutiaji.


Topik

Pemerintahan Kafe investasi kota malang pemkot malang disnaker pmptsp


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni