JATIMTIMES - Seorang peternak burung puyuh bernama Jupriantono, warga Dusun Jetis, Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, berhasil kembangkan dan meningkatkan perekonomian lewat ternak burung puyuh.
Pria yang disapa Antono itu sudah jatuh bangun dalam merintis usaha ternak. Namun demikian dengan semangat serta ketekunan, dirinya kini telah berhasil ternak unggas tersebut.
Baca Juga : Faedah Mengamalkan Surat Ghafir, Insya'allah Usaha Lancar dan Panen Kebun Berlimpah
"Awal mula merintis usaha ini bermodalkan 1.000 ekor burung puyuh. Kini sudah ada 50 kandang, 25 kandang produksi dan 25 kandang untuk pembibitan burung puyuh,"cerita Antono, Senin (31/07/2023)
Semangat pantang menyerah , Antono sekarang membuahkan hasil, dibuktikan produksi dari kandang dan ternak burung puyuh itu, telah produksi 5.000 ekor dan pembibitan 6.000 ekor.
Dirinya, mengaku usaha ternak burung puyuh lebih ringkas seperti pemeliharaan mudah dan sederhana,bisa di lahan terbatas, keuntungan lain, produksi telur mudah dipasarkan dan terpenting modal relatif efisien di banding usaha ternak unggas lainnya.
"Perawatan serta pemberian pakan sangat menentukan kualitas telur itu sendiri mas," sambungnya.
Dia menyebutkan bahwa dari awal memelihara bibit puyuh petelur sampai panen tiba, bisa dinikmati kurun waktu empat bulan sudah bisa panen telur-telur puyuh tersebut.
"Terus kita pasarkan di wilayah pasar-pasar wilayah Tuban,''lanjutnya.
Baca Juga : Gudang Penyimpanan Tembakau Jadi Sentra Ekonomi Petani di Rayung Senori Tuban
Kini, Antono menikmati hasil dari usaha peternak burung puyuh yang telah, ia kembangkan, omset rata-rata tiap bulannya mencapai 3 juta. Ini pun bisa bertambah bila permintaan pasar sedang naik dapat berlipat ganda.
Antono juga menyebutkan pangsa pasar telur puyuh masih berpeluang cukup baik dipasaran.Sebab telur puyuh bisa menjadi alternatif makanan sehat kaya mengandung protein tinggi dan penghasil komponen bioaktif.
Disamping itu,harga telur puyuh terjangkau di Masyarakat daripada sumber protein hewani lain. Sehingga permintaan kian meningkat hingga usahanya kewalahan tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar.
"Tak disangka permintaan pasar semakin hari semakin tinggi, sehingga ada keinginan untuk mengembangkan peternakan burung puyuh lebih luas lagi," tutup Antono yang belajar beternak puyuh secara otodidak.
