JATIMTIMES - Beredar di media sosial Instagram, video yang memperlihatkan kematian sejumlah kucing di Sunter, Jakarta.
Dalam narasi unggahan Instagram @seputar.sunter disebutkan bahwa kucing tersebut mati secara mendadak karena keracunan.
Baca Juga : Rektor Unikama: Guru Profesional di Era 4.0 Harus Adaptif dengan Perkembangan IT
Kematian hewan peliharaan tersebut membuat warga sekitar terkejut dan bertanya-tanya mengapa sejumlah kucing ini meninggal dalam kurun waktu yang berdekatan.
Menurut Kapolsek Tanjung Priok Kompol Nazirwan, sebelum mati, kucing-kucing itu sempat kejang dan mengeluarkan air kencing.
"Tanda-tanda awal yang ditemukan kejang-kejang dan mengeluarkan air kencing," kata Kompol Nazirwan, Rabu (12/7/2023).
Lebih lanjut Nazirwan mengatakan kucing-kucing itu mati mendadak sejak beberapa hari lalu. Total ada 16 ekor kucing yang mati mendadak di RT 12/05 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Pada Jumat malam telah ditemukan beberapa kucing mati mendadak, dan berturut-turut setiap hari kucing-kucing yang ada di wilayah RT 12/05 Sunter Agung mati. Di RT 01/05 ada juga yang mati 4 ekor, RT 12/05 kucing yang mati 12 ekor," ungkapnya.
Ia menambahkan, kepolisian saat ini berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara untuk menyelidiki kasus yang ada dan mencari tahu penyebab pasti belasan kucing mati mendadak ini. "Masih dalam penyelidikan kami dan kami juga sudah koordinasi dengan Sudin KPKP," imbuhnya.
Sementara, dikutip dari akun Instagram @jakutnews, Ketua RW 05 Nurus Shobah mengatakan fenomena puluhan kucing mati mendadak itu sudah berjalan selama 10 hari belakangan.
Ia menyebut puluhan kucing yang mati mendadak itu disebut merupakan kucing peliharaan warga. Sampai saat ini, disebut sudah ada 21 kucing yang mati mendadak.
Dijelaskan pula, kucing-kucing itu mati mendadak dengan gejala lemas hingga kejang-kejang. "Kalau melihat videonya, tiba-tiba kayak lemas terus malas gerak sampai kayak kejang-kejang menahan sakit," ucap Nurus.
Baca Juga : Allah Angkat Derajat Fatimah Az-Zahra dan Para Pengikutnya di Padang Mahsyar, Simak Kisahnya
Pihak pemerintah terkait, kata Nurus, sudah mengecek ke lokasi. Namun hingga kini belum diketahui penyebab puluhan kucing itu mati secara mendadak.
"(Penyebabnya) itu yang belum ke-detect. Hanya pada pemilik itu memperhatikan proses sakitnya, tapi begitu cepat. Nggak sampe seharian, langsung sakit dan mati," lanjut Nurus.
Terkait fenomena ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati angkat bicara. Dia menyebutkan ada 21 ekor kucing yang mati mendadak.
"Berdasarkan informasi lapangan, terdapat 21 ekor kucing mati semenjak tanggal 6 Juli 2023 dengan gejala kejang dan mengeluarkan air seni sebelum mati," kata Eliawati, Rabu (12/7/2023).
Eliawati mengatakan pihaknya tengah menginvestigasi kejadian tersebut. Investigasi dilakukan Dinas KPKP DKI bersama ketua RW setempat. "Pada saat dilakukan investigasi masih ditemukan satu ekor kucing yang mati," ujarnya.
Saat ini, pihaknya tengah membawa sampel kucing mati untuk dilakukan nekropsi dan pemeriksaan patologi di laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan. "(Tujuannya) agar mendapatkan diagnosis penyebab kematian kucing-kucing tersebut," ucapnya.
