Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan Mengenal Lebih Dekat Satgas "Anti-Banjir" DPUPR Kota Malang

Masuki Gorong-Gorong Gelap, Tanggung Risiko Alami Hal Membahayakan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Lazuardi Firdaus

05 - Jul - 2018, 06:33

Placeholder
Satgas DPUPR yang tak canggung meski harus masuk ke dalam gorong-gorong dan bergelut dengan sampah. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setiap musim penghujan datang, beberpa titik di Kota Malang kerap terendam banjir. Lihat saja kawasan Galunggung, Pulosari, Soekarno-Hatta, maupun kawasan Dieng.

Banyak pemicu terjadinya banjir itu. Antara lain, tingginya tingkat kepadatan penduduk dan perkembangan sektor lain di Kota Malang tidak diimbangi dan tidak dikuti kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Banyak oknum masyarakat yang masih saja membuang sampah di sungai, saluran air, maupun di pinggir jalan sebagai fasilitas umum.

Akibatnya, timbullah satu permasalahan yang perlu untuk mendapat penanganan serius. Salah satunya banjir karena sampah yang dibuang menyumbat saluran air. Untuk turun menyelesaikan permasalahan tersebut, tentu tak sembarang orang mampu dan berani melakukannya. 

Dan satu-satunya petugas yang selalu siap untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah  satgas (satuan tugas) dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang.

Berjumlah sekitar 12 orang, mereka selalu siap dan rutin melakukan normalisasi saluran-saluran air yang tersumbat di seluruh wilayah Kota Malang. Bahkan mereka pun tidak takut jika harus masuk ke lorong-lorong gelap dari gorong-gorong saluran air.

Meskipun tahu bisa saja di dalam gorong-gorong terdapat hewan atau hal-hal yang membahayakan, namun mereka tetap saja berani mengambil risiko untuk membersihkan sampah-sampah yang menyumbat gorong-gorong.

Tak hanya itu. Walau bau busuk menyengat hidung serta kotoran-kotoran yang bisa saja terdapat jutaan kuman maupun bibit penyakit yang bisa mengancam nyawa, satgas tersebut tetap saja rela berkorban membersihkan gorong-gorong agar aliran air lancar sehingga tak terjadi banjir.

Ketika melakukan tugasnya, mereka hanya mengenakan alat sederhana. Dengan mengenakan kaus oblong, sepatu boot dan sebuah lampu serta sebuah alat penyapu, tanpa ragu mereka memasuki lorong saluran air. 

Koordinator Satgas DPUPR Kota Malang Hari Widodo mengungkapkan, satuannya selalu berusaha membersihkan saluran air secara maksimal. Bahkan ketika harus memasuki saluran air yang berukuran kecil, walaupun harus bersusah payah, tetap saja dilakukan.

"Memang di sana terdapat risiko besar, seperti terkait keselamatan. Bisa saja di sana terdapat limbah-limbah berbahaya yang mengandung penyakit, jika tidak berhati-hati," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Beng-Beng itu mengatakan, karena mengandung sebuah risiko, saat berada di saluran air, prosedurnya memang harus ditemani satu orang. Pasalnya, jika terjadi sesuatu terhadap salah satu di antara mereka, satu teman lainnya bisa segera melakukan pertolongan.

"Kami ada ring-ringnya. Tidak sendiri. Di dalam got juga tidak boleh terlalu lama. Harus menjaga ketahanan tubuh. Untuk itu, kami juga sudah mengikuti latihan dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) serta pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) semenjak dibentuk lima tahun yang lalu," ungkapnya.

Untuk menunjang kinerja dan keselamatan anggota satgas, dibutuhkan peralatan keselamatan. Misalnya respirator, tabung gas oksigen maupun peralatan lain penunjang kerja.

"Dan alhamdullilah, selama ini, dalam pembersihan, Satgas DPUPR memang belum pernah mengalami hal-hal yang serius dan mengancam jiwa. Namun, satgas selalu terus berupaya berhati-hati maksimal untuk menghindari kecelakaan," ujar Beng-Beng. "Yang terpenting juga, kami mengimbau agar masyarakat semakin meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang justru malah membuat bencana seperti banjir," sambungnya. (*)


Topik

Pemerintahan DPUPR-Kota-Malang Satgas-DPUPR



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Lazuardi Firdaus