JATIMTIMES- Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) menyelenggarakan tradisi Manten Tebu untuk menandai dibukanya musim giling pabrik gula Rejoso Manis Indo. Tradisi tahunan ini digelar di halaman pabrik yang beralamat di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Senin (15/5/2023).
Ya, layaknya manusia, dua batang tebu dipertemukan dan didoakan. Tebu Lanang dan tebu wadon itu kemudian diarak dan dimasukkan ke dalam mesin penggilingan.
Baca Juga : Dispendukcapil Blitar Terjunkan Si Jaran Ijo ke Desa Jiwut, Rekam e-KTP 20 Warga Rentan dan ODGJ
"Ini adalah tradisi yang sudah kita laksanakan selama tiga tahun terakhir, sebagai salah satu tradisi memulai musim giling," kata Factory Manager pabrik gula PG RMI, Heru Widarmanto.
Soal produksi, Heru menjelaskan bahwa para tahun 2023 ini PG RMI memiliki target giling tebu sebanyak 1,25 juta ton. Target tersebut naik dibanding tahun 2022 yakni sebanyak 1,1 juta ton.
"Peningkatan target giling tebu ini berdasarkan tingkat antusias dari para petani tebu yang mengirimkan hasil panen tebunya ke PG Rejoso Manis Indo," imbuhnya.
Heru menambahkan, selain target giling, target rendaman menurun dari angka 8,2 persen ke angka 7,92 persen.
"Menurunnya capaian rendemen di tahun 2022 kemarin disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi ini mempengaruhi jumlah rendemen tebu," jelasnya.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Salurkan Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan Tahun 2023
Dari 1,25 juta ton target giling tebu ini PG RMI menargetkan output produksi gula pasir 98 ribu ton. Menurut Heru, target ini juga meningkat dari capaian tahun lalu sebanyak 90 ribu ton.
"Kami dari PT Rejoso Manis Indo sudah melakukan serangkaian persiapan matang. Harapannya persiapan yang matang ini kita dapat mencapai target yang ditentukan," pungkasnya.
