MALANGTIMES – Siklus kemunculan ratusan ubur-ubur laut di Pantai Balekambang, Bantur, masih sekitar dua bulan ke depan lagi. Biasanya, ratusan ubur-ubur yang terlihat lucu di mata anak-anak saat bermain di pantai dengan bentuk tubuh serupa payung berumbai itu akan mulai menampakkan dirinya di sekitar Agustus-September di berbagai wilayah pantai selatan di Jawa Timur (Jatim).
Siklus kemunculan ubur-ubur yang kerap mengecoh pengunjung pantai dan membuatnya terluka oleh sengat racun dari makhluk laut tersebut telah terjadi sejak tahun 2013 sampai 2017. Ratusan ubur-ubur yang menepi terbawa angin ke pesisir sempat membuat sekitar 26 pengunjung Pantai Balekambang mengalami gatal-gatal sampai pingsan dikarenakan racunnya.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Tahun 2018 ini pun, ulah si ubur-ubur laut di Pantai Balekambang sudah mulai terlihat. Walaupun masih belum musimnya, ubur-ubur telah menampakkan dirinya dan menyengat enam pengunjung dengan racun yang dimilikinya. Sedangkan di wilayah pantai selatan lainnya yang ada di Kabupaten Malang, kasus serupa juga menimpa tujuh pengunjung yang sedang menikmati keindahan pantai.
Hal ini tercatat dari data Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang yang melakukan pemantauan di beberapa wilayah pantai selatan. Untuk kasus pengunjung kena sengat ubur-ubur, enam orang di Pantai Balekambang. "Sedangkan di wilayah pantai selatan lainnya ada tujuh kasus serupa. Total pengunjung yang terkena racun ubur-ubur ini sejumlah 13 orang sampai saat ini, " kata Handoyo dari Bidang Pemberitaan PMI Kabupaten Malang dalam rilis resminya, Selasa (19/6/2018) malam kemarin.
Kondisi tersebut membuat PD Jasa Yasa selaku pengelola wisata di Pantai Balekambang khususnya, kembali mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap waspada dan mengikuti segala instruksi dari para petugas yang berjaga secara penuh di lokasi tersebut. Melalui direktur utama (dirut) PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, imbauan tersebut kembali dipertegas untuk kenyamanan dan keselamatan pengunjung saat menikmati rekreasinya di Pantai Balekambang.
"Kami setiap tahun memberikan imbauan tentang bahayanya ubur-ubur laut yang menepi ke pesisir pantai. Walau sekarang bukan siklusnya, tapi ubur-ubur tersebut telah mulai menampakan diri. Hal ini patut diwaspadai pengunjung. Jangan sampai memegangnya dikarenakan ubur-ubur ini memiliki racun yang bisa membuat kulit terbakar, gatal-gatal dan melepuh. Kalau yang tidak kuat, bisa sampai pingsan terkena sengat racunnya," ujar Dirut PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan kepada MalangTIMES, Rabu (20/6/2018).
Potensi kemunculan ubur-ubur yang kerap disalahartikan oleh pengunjung sebagai jenis rumput laut inilah yang sering menimbulkan persoalan bagi kenyamanan wisatawan saat bermain di Pantai Balekambang. Walaupun tentunya pihak PD Jasa Yasa tidak bisa menahan laju kemunculan ubur-ubur yang merupakan siklus alam tersebut. Sehingga untuk mengantisipasi adanya jumlah korban terkena sengat ubur-ubur tersebut, pihaknya terus memberikan peringatan kepada setiap pengunjung yang datang ke Balekambang.
"Selain itu tentunya kami dibantu oleh PMI Kabupaten Malang dalam mengantisipasi hal tersebut. Sedangkan pengunjung yang kena sengat racun ubur-ubur bisa langsung diobati di lokasi dengan adanya pos pengobatan PMI. Mereka standby sampai tanggal 24 mendatang di lokasi tersebut," ujar Wildan.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Selain ubur-ubur yang patut diwaspadai pengunjung, ulah bulu babi berduri pun patut untuk diantisipasi. Pasalnya, sampai hari kemarin, bulu babi juga telah membuat sembilan orang terkena durinya dan membuat terluka anggota badan pengunjung di Pantai Balekambang dan pantai lainnya. Lima orang di Balekambang dan empat lainnya di sepanjang pantai selatan yang berada di wilayah Pujiharjo maupun Donomulyo.
Hal ini juga dibenarkan oleh Handoyo yang menyampakan rilis kasus di wilayah pantai selatan tersebut. Bahwa selain ubur-ubur, bulu babi juga membuat pengunjung mengalami luka ringan yang membuat kenyamanannya terganggu. "Total kasus dikarenakan dua hewan laut tersebut sebanyak 22. Terbanyak masih dikarenakan ubur-ubur yaitu 13 kasus dan bulu babi berduri 9 kasus," ujarnya.
Tak kalah pentingnya adalah potensi ombak besar di perairan laut selatan, khususnya di Pantai Balekambang serta lainnya. Kondisi tersebut juga yang membuat PD Jasa Yasa kembali memberikan peringatan kepada pengunjung untuk tetap mengikuti dan mematuhi instruksi para petugas di lokasi.
"Jangan sampai segala larangan tersebut diabaikan demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Apalagi dengan adanya potensi ombak besar. Bagi pengunjung, tetap waspada dan hati-hati," pungkas Wildan. (*)
