JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 Miliar untuk mendukung keutuhan infrastuktur jalan menuju jalur lintas selatan (JLS). Tepatnya, akan diarahkan pada ruas menuju JLS di sirip tengah. Yakni dari Gondanglegi menuju wilayah Pantai Balekambang.
"Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) memilih jalur Gondanglegi menuju Balekambang. Jadi nyambung, antara jalan nasional yang di selatan dan jalan nasional yang di tengah," ujar Bupati Malang, HM. Sanusi, Selasa (24/10/2022).
Baca Juga : Peduli Korban Banjir Sutojayan, Wabup Blitar Bersama Pengusaha dan Wartawan Bagikan Ribuan Paket Sembako
Sanusi mengatakan, sebagian besar anggaran yang bakal digunakan untuk membangun ruas jalan sepanjang kurang lebih 30 kilometer itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemkab Malang.
"Ini tinggal menunggu pembebasan lahan. Kabupaten Malang menyiapkan Rp 55 Miliar, sisanya Gubernur. Itu (Rp 55 Miliar) untuk pembebasan lahan saja. Yang lainnya Rp 800 Miliar dari Kementerian (PUPR)," terang Sanusi.
Dirinya berharap, pada tahun 2023 mendatang, pekerjaan tersebut sudah dapat dimulai. Dengan waktu pekerjaan, diharapkan bisa rampung dalam waktu tak lebih dari satu tahun. Untuk itu di tahun 2022 ini, pihaknya menggenjot proses pembebasan lahan.
"2022 ini (target) lahan beres. 2023 diharapkan pembangunan sudah jalan dan (pengerjaan) fisik satu tahun selesai," jelas Sanusi.
Baca Juga : Terkait Banjir Tahunan, Ini Rekomendasi DPRD Lamongan untuk Eksekutif
Dengan pembangunan jalan nasional yang berada sirip tengah menuju Malang Selatan tersebut, ada beberapa hal yang diproyeksikan bakal muncul. Terutama di sektor pereknomian. Baik dari industri, wisata hingga perikanan Malang Selatan.
"Sepanjang itu akan berkembang investasi, karena jalan itu akan menjadi jalan nasional. Maka akan banyak program pendirian usaha dan industri ada di situ. Pariwisata juga akan lebih cepat, karena mungkin nanti bis besar akan bisa masuk. Dan untuk pengolahan ikan di Sendang Biru, kontainer juga akan masuk kesana," pungkas Sanusi.
