Difabel Berdaya, Mahasiswa UB Gandeng Pemkot Malang Bentuk 'Metamorphose Home'

Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah koran bekas untuk menjadi kerajinan di Metamorphose Home UB Malang. (Foto: Istimewa)
Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah koran bekas untuk menjadi kerajinan di Metamorphose Home UB Malang. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakersbangpol) dengan menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang terus berupaya menggiatkan program pemberdayaan untuk masyarakat. Termasuk penyandang difabilitas. Apalagi, akses bagi difabel untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak di Indonesia masih minim.

Secara nasional, tercatat ada 1,5 juta difabel di Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan. Bahkan bagi yang telah bekerja, penghasilan tenaga kerja difabel cenderung tidak stabil karena pembayaran upah berdasarkan output yang dihasilkan, tidak ada gaji tetap yang diterima.

Hal itulah yang melatarbelakangi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya membentuk kelompok Metamorphose Home berupa Difabel Movement Program guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan distribusi tenaga kerja difabel di Kota Malang.

Kegiatan ini merupakan program Hibah Kompetisi Nasional dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Ada lima mahasiswa yang terlibat dalam program yang juga mendukung kegiatan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) ini.

Rina Ervina, ketua tim program tersebut, mengungkapkan, Metamorphose Home bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas difabel, sekaligus menghubungkan difabel dengan para penawar tenaga kerja dan juga memberikan informasi lapangan pekerjaan kepada angkatan kerja difabel. 

"Kegiatan ini dikemas dalam konsep Training and Education dengan pendekatan Emotional Spiritual Quotinent (ESQ) yaitu pengembangan emosional, spiritual, dan intelektual peserta yang diturunkan dalam beberapa kegiatan pengembangan seperti cooking class, handy craft, writing skill, photografi skill, musicall, pameran, workshop karir dan beberapa kegiatan lainnya," papar Rina.

Bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakersbangpol) Kota Malang, kegiatan tersebut akan  dijalankan setiap minggu satu kali selama kurang lebih 3 bulan. "Memang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, diperlukan peningkatan keterampilan teknis dan non teknis tenaga kerja difabel. Melalui program inilah diharapkan bisa menjembatani difabel mendapatkan pekerjaan yang layak," tuturnya.

Sementara itu, dosen pendamping kegiatan Metamorphose Home, Yenny Kornitasari, mengatakan bahwa pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya berupa pelatihan. Namun juga berusaha untuk menjembatani disabilitas dengan penyedia kerja dengan memberikan bekal skill pelatihan dan juga informasi pengembangan karir.

"Selama ini penyebaran informasi mengenai lapangan pekerjaan yang menerima tenaga kerja difabel kurang merata. Sehingga diperlukan fasilitas lebih untuk mengakses informasi lowongan pekerjaan yang tersedia bagi penyandang disabilitas," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top