JATIMTIMES - Wilayah terdampak bencana akibat hujan di Kabupaten Tulungagung nyaris merata. Namun, dua desa di wilayah Kecamatan Boyolangu, yakni Ngranti dan Waung, banjir tergolong parah. Di Desa Ngranti, genangan air terjadi di persawahan dan di beberapa titik pemukiman.
Saat dikonfirmasi, Yulianto kepala Desa Ngranti mengatakan, ada 10 kepala keluarga (KK) yang terpaksa harus dievakuasi akibat banjir ini. "Ada sekitar 10 KK mengungsi di keluarga terdekat walau balaidesa juga disiapkan untuk pengungsi," kata Yulianto, Selasa (18/10/2022).
Baca Juga : Pemkab Siapkan 3 Ribu Bungkus Nasi per Hari bagi Warga Terdampak Banjir di Banyuwangi
Selain itu, Yulianto mengatakan dampak dari banjir ini menggenangi 30 hektare (ha) persawahan yang saat ini ditanami polowijo.
"Ada sekitar 30 ha tanaman polowijo habis untuk yang lain-lain tidak ada korban (karena) semua sudah terevakuasi, barang berharga dan hewan ternak aman," ujarnya.
Di Desa Waung, Kepala Desa Hari Purwanto mengatakan, jika banjir yang terjadi adalah susulan. Pasalnya, sejak 4 Oktober lalu, pihaknya telah mengirim surat ke Camat Boyolangu, BPBD dan PUPR Kabupaten Tulungagung.
Dalam surat yang disampaikan, Pemdes minta agar pemasangan sesek atau tanggul akibat sungai Bengawan irigasi lodagung mengalami longsor di empat titik masing-masing 4 meter. Akibatnya, puluhan lahan pertanian yang saat ini ditanami tembakau, cabai dan jagung kebanjiran dan mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,5 miliar lebih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Robinson Nadaek saat dikonfirmasi membenarkan adanya banjir ini. "Banjir di Ngranti (ketinggian air) mencapai 50 cm, kita sedang melakukan pendataan," kata Robinson.
Baca Juga : Normalisasi Petak Jalan Stasiun Sumberpucung-Pohgajih Rampung, KA Melintas dengan Kecepatan Terbatas
Selain itu, langkah cepat yang dilakukan salah menyelamatkan manusia. BPBD Kabupaten Tulungagung mengirim perahu karet ke lokasi. "Perahu masih kita tinggalkan di sana untuk mengantisipasi apabila hujan deras turun lagi," jelasnya.
Ia meminta pada masyarakat agar tetap tenang dan waspada karena cuaca ekstrim yang terjadi belum bisa diprediksi. "Diharapkan masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dengan cuaca yang ekstrem ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan juga bahu membahu mengatasi musibah akibat cuaca kurang baik berupa banjir, longsor dan lainnya," tuturnya.
Sampai saat ini, Robinson memastikan situasi masih kondusif dan banjir diharap terus surut seiring hujan yang terus reda.
