Arca ganesha adalah salah satu peninggalan sejarah atau cagar budaya yang ada di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Hingga saat ini arca tersebut masih menjadi jujukan masyarakat untuk memanjatkan doa.

Ya banyak dari masyarakat menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat ritual. Karena itu di depan arca ganesha tersebut terdapat piring terbuat batu bata bekas bakaran.

Sebagai salah satu cagar budaya arca berbentuk gajah duduk dengan tinggi satu meter ini konon digunakan sebagai tapal batas antara Kerajaan Singosari dengan kerajaan Daha Kediri. Pihak desa memberikan pelindung atau pendopo

Rewang pemilik lahan pertanian mengatakan fungsi arca Ganesha sebagai tapal batas antara dua kerajaan besar di Pulau Jawa di masa lampau, yakni Singosari dan Daha Kediri. Namun saat ini menjadi jujukan masyarakat untuk berdoa.

Tampak depan arca ganesa di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Terkadang masyarakat ke sini untuk berdoa atau ritual. Sering kali seperti itu,” ujar Rewang, Jumat (27/4/2018).

Ia menambahkan sebelumnya di sana terdapat empat arca, dua berbentuk sapi dan dua berbentu  gajah duduk, namun tiga arca itu hilang dan hanya tersisa satu arca. “Dulunya di sini ada empat tapi diambil orang ya sekarang tinggal satu ini yang akhirnya dijaga,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Sebelum dibangun pendopo pada tahun 2013 silam, Rewang sempat melindungi arca tersebut dengan gubuk sederhana. Namun gubuk itu rupanya dibakar.

“Dulunya sebelum diberi pendopo seperti ini, saya beri gubuk sederhana tapi ternyata dibakar sama orang entah niatnya apa,” ujar pria 63 tahun ini.

Untuk menuju tempat ini pengunjung harus melewati Dusun Tutup, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Jarak menuju arca tersebut kurang lebih sejauh 150 meter, untuk setengah jalan tersebut sudah difasilitasi dengan paving, namun sisanya jalan terjal bebatuan dengan lebar dua meter.