Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Beragam Budaya Dari 12 Kota Semarakkan Pawai Budaya di Kota Batu

Penulis : Irsya Richa - Editor : Lazuardi Firdaus

19 - Apr - 2018, 01:00

Placeholder
Penampilan teatrikal Kisah Cinta Rama dan Shinta dari Kota Denpasar dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Mengagumkan, kata-kata ini mewakili pertunjukkan aksi pawai budaya Rapat Koordinasi (Rakor) Komisariat Wilayah (Komwil) IV ke 14 tahun 2018 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Jl Panglima Sudirman, Rabu (18/4/2017). Bagaimana tidak, 13 kota masing-masing menampilkan keunggulan daerah khasnya dengan maksimal. 

Ribuan penonton pun dengan antusias telah menunggu sejak pukul 11.00, karena mereka penasaran akan budaya yang disuguhkan setiap kota. Apalagi bisa melihat pawai budaya dari kota-kota lain daerah.

Penampilan teatrikal teatrikal kisah Cinta Rama dan Shinta dari Kota Denpasar dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Yang ditunggu-tunggu dari sekian 12 kota adalah Kota Denpasar. Kota yang memiliki kebudayaan yang khas ini hadir menampilkan kekayaan budaya di tengah pangung kehormatan di depan Rumah Dinas Wali Kota Batu Jl Panglima Sudirman Kecamatan Batu.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Tak ketinggalan, para lurah pun langsung mengambil barisan untuk menyaksikan tarian kecak, tarian khas Bali yang mendunia. Saat itu pula teatrikal kisah Cinta Rama dan Shinta mulai dimainkan di hadapan kepala daerah dan perwakilannya. 

Hingga para tamu undangan diajak bersama untuk menarikan tari kecak di depan panggung kehormatan. Tak hanya itu saja, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga diangkat oleh para lurah-lurah dari Kota Denpasar itu. 

“Mengagumkan sekali Masyarakat Kota Batu gak perlu jauh-jauh untuk menikmati suguhan kebudayaan khas ke Bali. Tapi lewat Pawai Budaya ini kita bisa menikmatinya di sini,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Penampilan tari Solah Madiunan dari Kota Madiun dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Selain Bali, seperti Kota Mataram, menampilkan baju khasnya sambil menyuguhkan kesenian jaran kamput yang melegenda di Kota Mataram. 

Setelah kekhasan Kota Mataram, ada Kota Malang yang menyuguhkan tari topeng malangan yang dibalut dengan apik. Kota lain yakni Probolinggo memberikan tari banyu, yang menceritakan tentang masyarakat Probolinggo mengambil air di hutan berjalan jauh di tengah hutan. 

Penampilan tari banyu dari Kota Probolinggo dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Dari Kota Kupang, menyuguhkan yang tak asing lagi di kalangan masyarakat Kota Batu yakni tarian Maumere lengkap dengan baju tradisionalnya. Yang membuat masyarakat pun ikut dalam lantunan musik tersebut.

Untuk Kota Madiun menampilkan tarian tradisionalnya yang ditarikan oleh puluhan orang namanya adalah tari Solah Madiunan.

Penampilan para OPD Blitar yang mengenakan menyerupai Soekarno dari Kota Blitar dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Dan Kota Pasuruan menampilkan musik kalanorasi modern dan tradisional dengan tarian selamat datangnya, hingga pertunjukkan barongsai. Hingga Kota Bima yang menyuguhkan beragam baju tradisonalnya.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan setiap kota memiliki tema yang berbeda-beda yang telah ditentukan kota tersebut. Dengan tampilan kebudayaan yang disuguhkan kepada masyarakat agar bisa menjadi sebuah edukasi yang dapat dikembangkan dalam masyarakat di Kota Batu.

Penampilan tari topeng Malangan dari Kota Malang dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Ya dengan adanya pawai budaya ini memberikan edukasi kepada masyarakat, bisa dapat diambil pelajaran sebab ada sesuatu yang bisa dibandingkan yang menginspirasi,” ungkap Imam.

Menurut Imam juga bisa menjadi referensi bagi penggiat seni di Kota Batu agar lebih berkembang. Tentunya menyuguhkan kesenian yang khas dan berbeda untuk menunjukkan jati diri Kota Batu.

Penampilan aksi pengiring kesenian jaran Kamput dari Kota Mataram dalam Rakor Komwil IV ke 14 APEKSI di depan panggung kehormatan Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (18/4/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Harapannya kesenian dan kebudayaan di Kota Batu terus berkembang untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang,” imbuhnya kepada BatuTIMES.


Topik

Wisata berita-batu pawai-budaya-batu-2018 APEKSI-batu-2018



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Lazuardi Firdaus