JATIMTIMES - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk mudik lebaran agar dapat merayakan Idul Fitri 1443 tahun 2022 bersama keluarga.
Untuk itu, dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik yang menggunakan jasa transportasi kereta api, Kapolsek Paron AKP Suyitno bersama jajarannya dan instansi terkait melaksanakan pengamanan di Pos Terpadu Stasiun KAI Ngawi di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (25/4).
Baca Juga : Biografi Singkat Ismail Marzuki, Pencipta Lagu Hari Lebaran yang Melegenda hingga Menjadi Pahlawan Nasional
Dalam kegiatan tersebut, AKP Suyitno didampingi Kepala Stasiun KAI Ngawi melakukan peninjauan fasilitas penunjang kelancaran arus mudik dan aktivitas penumpang di dalam stasiun sembari melakukan imbauan terkait prokes Covid-19.
"Pengamanan di Pos Terpadu Stasiun KAI Ngawi ini kita laksanakan dalam rangka mendukung operasi Ketupat Semeru 2022 yang diawali dengan operasional Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai tanggal 22 April sampai tanggal 27 April 2022 sebab masa liburan anak sekolah dimajukan dan dimungkinkan akan berangkat mudik lebih awal, sedangkan operasional resmi gelaran Operasi Ketupat akan dimulai tanggal 28 April 2022 sampai tanggal 9 Mei 2022," ujar AKP Suyitno.
Lebih lanjut, AKP Suyitno mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Ngawi, khususnya Kecamatan Paron.
"Para penumpang yang akan naik maupun yang turun di Stasiun KAI Ngawi tetap kita berikan imbauan agar menerapkan prokes untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Ngawi khususnya Kecamatan Paron," tandas AKP Suyitno.
Di lokasi yang sama, Tomi Kepala Stasiun KAI Ngawi menerangkan, untuk jumlah kereta yang melewati Stasiun Ngawi perharinya sebanyak 48 kereta, 28 kereta berhenti di Stasiun Ngawi untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.
Baca Juga : Mengulas Lagu Hari Lebaran Karya Ismail Marzuki yang Sarat Makna dan Kritik Sosial, Lengkap dengan Liriknya
Tomi menyebut, menjelang Idul Fitri kali ini jumlah penumpang baik pemberangkatan maupun kedatangan penumpang di dua hari terakhir mulai mengalami kenaikan dibanding hari hari sebelumnya.
"Hasil pendataan penumpang dihari sebelumnya dibanding saat ini, untuk pemberangkatan mengalami kenaikan sebesar 50 persen yaitu 15 hingga 25 penumpang, sedangkan kedatangan naik 75 persen, rata-rata 150 hingga 200 penumpang," tutupnya.
