Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Megahnya Situs Pandegong yang Ternyata Candi Pemujaan Siwa Abad Ke-10

Penulis : Adi Rosul - Editor : Yunan Helmy

27 - Mar - 2022, 02:15

Placeholder
Penampakan situs Pandegong usai diekskavasi. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah menuntaskan ekskavasi tahap 2 Situs Pandegong. Penggalian arkeologi selama 11 hari itu berhasil mengungkap peninggalan purbakala yang ternyata berupa candi yang cukup megah.

Situs Pandegong yang berada di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang, ini dulunya berupa gundukan tanah yang berada di tengah arel persawahan. Lokasi ini sudah lama dikeramatkan warga setempat karena terdapat punden.

Baca Juga : Content Creator Dea 'OnlyFans' Resmi Jadi Tersangka

Hingga tahun 2017, warga menemukan sebagian kecil struktur purbakala yang masih tertimbun gundukan tanah dan pepohonan besar. Temuan tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan melakukan ekskavasi tahap 1 pada November 2021 oleh BPCB Jatim yang didanai oleh pemerintah daerah.

Saat itu, tim BPCB Jatim baru berhasil membuka 70 persen struktur bangunan purbakala yang dulunya tertimbun tanah dan pohon. Struktur yang ditemukan tersebut berupa bangunan suci yang terbuat dari susunan bata merah kuno.

Selain itu, para arkeolog menemukan arca Nandiswara dan Mahakala. Arca Nandiswara berbahan batu andesit abu-abu ditemukan tidak utuh. Hanya tersisa bagian perut sampai kepala dengan tinggi 32, lebar 26,  tebal 12 cm. Sedangkan arca Mahakala masih utuh, berbahan batu andesit kemerah-merahan setinggi 63, lebar 30, tebal 12 cm.

Situs Pandegong kemudian diekskavasi kembali pada tahun ini. Penggalian arkeologi dilakukan BPCB Jatim selama 11 hari, sejak 16-26 Maret 2022. Seperti tahun lalu, ekskavasi tahap dua ini juga didanai Pemkab Jombang.

Pada ekskavasi tahap dua ini, tim BPCB Jatim berhasil menampakkan seluruh bangunan candi serta menggali sumur di tengah-tengah struktur candi. "Candi di Situs Pandegong ini sudah tidak utuh. Ini yang kami temukan sebatas kaki candi," ujar ketua tim ekskavasi situs Pandegong Vidi Susanto kepada JatimTimes, Minggu (26/03/2022).

Vidi mengatakan, struktur purbakala situs Pandegong sudah terbuka semuanya. Menurut dia, peninggalan purbakala tersebut berupa bangunan suci masa lalu atau candi pemujaan yang cukup megah.

Bangunan utama candi berdenah cruciform karena terdapat penampil atau tonjolan struktur di setiap sisinya. Struktur candi ini memiliki luas 8 x 8 meter persegi dengan tinggi bangunan yang tersisa 1,5-2 meter. Sedangkan tinggi fondasi candi sekitar 50 cm.

Bangunan utama candi ini tersambung dengan tangga masuk dari barat ke timur. Struktur tangga sepanjang 210 cm dari barat ke timur. Sedangkan lebarnya dari selatan ke utara 230 cm. Bagian paling tinggi tangga ini 100 cm. Posisi tangga membuktikan bangunan suci ini menghadap ke barat.

Sementara, pada kaki Candi Pandegong ini memiliki tiga macam hiasan. Yakni hiasan palang Yunani atau tapak dara pada setiap bidang struktur, panil geometris di bagian bawah kaki candi, serta ragam hias garis lengkung.

Sayangnya, bangunan kaki candi tidak sepenuhnya utuh. Kerusakan paling parah pada penampil sisi timur candi sehingga hanya tersisa struktur 50x50 cm.

Situs Pandegong ini juga dilengkapi sumuran candi di tengah-tengah struktur utama. Bagian paling suci pada candi ini berbentuk persegi 2,34 x 2,34 meter dengan kedalaman lebih dari 3 meter.

Baca Juga : Sederet Fakta dan Potret Seksi Dea, Content Crator yang Ditangkap Polisi Gegara Jual Foto Porno di OnlyFans

Sumuran candi umumnya untuk menyimpan pripih, yaitu benda yang disimpan sebagai rohnya candi. Bekas bangunan suci ini seluruhnya tersusun dari bata merah kuno.

Panjang dan lebar masing-masing bata penyusunnya sama, yakni 35x22 cm. Hanya ketebalannya yang bervariasi, mulai dari 5, 8 sampai 10 cm.

"Candi Pandegong menghadap ke barat. Orientasi pemujaan ke yoni di dalam garbhagraha (ruangan paling suci di dalam tubuh candi). Candi ini juga memiliki sumuran yang fingsinya untuk menyimpan pripih, yaitu benda yang disimpan sebagai rohnya candi," terang Vidi.

Berdasarkan data-data yang diperoleh selama ekskavasi, kata Vidi, dimungkinkan tepat di atas sumur candi tersebut seharusnya terdapat batu yoni yang diletakkan di dalam garbhagraha pada tubuh candi. Sayangnya, sama dengan tubuh candi, batu berbentuk kubus itu sudah hilang.

Vidi menduga yoni Candi Pandegong tidak berpasangan dengan batu lingga, melainkan dengan arca Dewa Siwa. Yoni sendiri perwujudan Dewi Parwati, pasangan dari Dewa Siwa. 

"Dua benda itulah yang disembah leluhur kita dulu. Interpretasi tersebut didukung penemuan sebuah kepala arca oleh masyarakat setempat di sebelah barat Candi Pandegong pada April 2017. Kepala arca tersebut sudah diserahkan ke BPCB Jatim," ungkapnya.

Bila interpretasi itu benar, lanjut Vidi, maka bangunan suci tersebut merupakan candi pemujaan Siwa kepala empat atau caturpuja. "Kalau merujuk pada beberapa literatur di Jateng, arca ini malah diduga Siwa kepala empat atau catur puja. Pada abad 8-10 Masehi ada yoni yang di atasnya berupa lingga atau arca perwujudan Siwa. Jadi, yoni tidak harus berpasangan dengan lingga," tandasnya.

Ekskavasi terhadap Situs Pandegong dinilai penting untuk dilanjutkan. Sebab,  diduga masih ada bangunan-bangunan pendukung candi yang masih terpendam di area situs dan sekitarnya. Misalnya candi perwara atau candi pengiring dan pagar candi.

"Tahap berikutnya akan kami fokuskan di bidang barat dari candi. Karena ada struktur yang kami duga perwara. Juga masih ada tiga arca yang belum kami temukan. Namun, kami belum bisa pastikan kapan tahap berikutnya," pungkasnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

Yunan Helmy