MALANGTIMES - Kematian manusia tidak bisa ditebak. Inilah yang terjadi pada seorang lelaki bernama Bandi (62) warga Dusun Bulurejo RT 04 RW 09 Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Tidak ada yang menyangka, hidupnya berakhir di jembatan yang terletak di Perum Gardenia Desa Saptorenggo, Pakis. Saat dirinya sedang duduk di buk jembatan tersebut, tiba-tiba korban terjatuh ke sungai tanpa air dengan posisi telungkup.
Menurut beberapa saksi mata, sebelum korban meregang nyawa di sungai tersebut, Nurhasim selaku ketua RT sempat menyapanya. "Saat itu sekitar pukul 09.30 WIB saya melihatnya sedang duduk di buk jembatan. Sempat juga saya sapa, kondisinya baik-baik saja waktu itu," kata Nurhasim, Senin (19/03).
Hanya berselang sekitar 20 menit, setelah Nurhasim melihat korban, saksi lainnya bernama Muhamad Ridwan Syah yang sedang menyapu di depan halaman sampai lokasi dimana korban duduk, terkejut. Ridwan melihat ada korban tertelungkup di dalam aliran sungai kering.
Apa yang dilihatnya tersebut membuat Ridwan segera menghubungi Nurhasim dan warga yang lainya. "Saat kita cek ternyata korban telah meninggal dunia," ujar Nurhasim yang saat itu juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakis.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Dari keterangan Yunanik (52) istri korban, suaminya setelah minum obat sekitar pukul 08.00 WIB keluar rumah tanpa pamit mau kemana. Korban juga menurut Yunanik memiliki riwayat sakit darah tinggi, diabet, jantung dan liver (komplikasi) sejak lama.
Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan tim kesehatan dari Puskesmas Pakis dan Polsek Pakis terhadap korban. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban dimungkinkan meninggal dikarenakan penyakitnya kambuh saat dia duduk di buk jembatan. Korban akhirnya jatuh dari buk ke dasar sungai dengan ketinggian sekitar 1,5 meter," terang AKP Hartono Kapolsek Pakis.
Sedangkan luka yang berada di kening korban disebabkan karena benturan dengan batu di dasar sungai kering, saat korban terjatuh, lanjut Hartono.
