BATUTIMES - Dalam kurun waktu satu tahun, Kampung Ekologi di RW 06 Kelurahan Temas Kecamatan Batu sukses menjadi kawasan ramah lingkungan dan jujukan edukasi dari berbagai daerah. Selama kurun waktu itu, desa wisata ini telah mendatangkan hingga dua ribu pengunjung.
Sejumlah dua ribu wisatawan itu mulai jenjang taman kanak-kanak hingga dewasa. Banyak dari mereka yang menjadikan kampung ini sebagai tempat untuk belajar lingkungan hingga dijadikan penelitian.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
"Hari ini merupakan perayaan satu tahunnya Kampung Ekologi berdiri sebagai kawasan ramah lingkungan, dalam artian bebas dari sampah. Merintis dari bawah tidak terasa sudah 2 ribu wisatawan yang ke sini," ungkap Lurah Temas Bambang Hari Suliyan, di sela-sela acara Anniversary Kampung Ekologi, Selasa (27/2/2018).
Hingga saat ini kampung ini sudah memiliki delapan gang tematik, bertema bunga. Seperti Gang TPQ, Gang Bahagia, Gang Cinta, Gang Cemara Langit, Gang Desa, Gang Pundem, Gang Matahari, dan satu lagi ada gang yang belum diberi nama.
Di setiap gangnya memiliki spot swafoto dengan beragam bunga yang tertempel di tembok atau digantung. Sebelum desa wisata terkenal, dulunya kampung ini terkenal kumuh atau banyak sampah.
"Dulunya memang di sini tidak seperti saat ini. Banyak sampahnya, namun setelah ada kesadaran diri dari warganya menjadi semakin maju dan berkembang, serta setiap gang bersih dari sampah," imbuhnya kepada BatuTIMES.
Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menghadiri Anniversary Kampung Ekologi ini sangat mengapresiasi keberhasilannya dan menjadikannya sebagai kampung percontohan.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
Bahkan karena bangga memiliki kampung yang ramah lingkungan Dewanti selalu merekomendasikan untuk berkunjung ke Kampung Ekologi. Selain kampung ini bersih dari sampah, setiap sudut gangnya terkonsep. Lalu juga dilengkapi dengan cara pengolahan sampah, hingga pertanian organik tersedia sebagai sarana edukasi.
"Di usia satu tahun ini saya harap Kampung Ekologi terus mengembangkan programnya menjadi lebih baik. Dan saya berharap semua desa dan kelurahan di Kota Batu bisa seperti ini," kata Dewanti.
Ia pun berharap nantinya Kampung Ekologi bisa memberikan gebrakan-gebrakan baru untuk mendatangkan wisatawan. Apalagi saat ini seringkali pemerintahan dari berbagai pulau seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan sebagainya melakukan studi di kampung ekologi.
