MALANGTIMES – Panitia pusat dan panitia daerah Muktamar Ke-33 NU melakukan evaluasi dua hari pelaksanaan muktamar. Evaluasi dilaksanakan di media center beberapa saat lalu.
Hadir dalam evaluasi itu Ketua Panitia Daerah Saifullah Yusuf dan Ketua Panitia Pusat Imam Aziz. Evaluasi paling mendapat perhatian terkait registrasi dan keabsahan peserta, serta molornya sidang pleno tata tertib.
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, mengatakan, penyebab pleno molor dan seharusnya dilakukan tadi malamkarena sejumlah peserta masih menuntaskan registrasi. ’’Mengapa sidang pleno tata tertib tidak jadi dilaksanakan tadi malam, karena ada beberapa peserta yang masih melakukan registrasi,” katanya.
Begitu juga saat siding ditunda pagi tadi. Itu dilakukan karena panitia harus melakukan verifikasi ulang terhadap keabsahan peserta.
’’Dari peserta yang telah berada di arena sidang pleno akhirnya juga harus dilakukan pemilahan sesuai utusan daerah masing-masing,” kata Gus Ipul.
Sementara, Imam Aziz mensinyalir adanya ID Card ganda. Itu terjadi karena peserta tidak lewat satu pintu. Ada peserta yang masuk lewat pintu lain untuk masuk arena sidang.
Karena itu panitia harus melakukan verifikasi. Salah satunya dengan memisah posisi duduk peserta yang memiliki hak suara, peninjau, atau pengamat.
Panitia juga menemukan kejanggalan lain. Yakni peserta di Pesantren Tambakberas dan Pesantren Peterongan hanya sedikti yang teregistrasi. Padahal di pesantren lainnya yang registrasi seribu lebih.
Atas ketidaknyamanan itu, Gus Ipul minta maaf. ’’Panitia akan terus melakukan sejumlah penyempurnaan,” katanya. (*)
