MALANGTIMES – Lahir di Malang tanggal 19 Juni 1942 dan meninggal di Den Haag, Belanda, 31 Oktober 1985. Bukan karena kena tembak aparat keamanan saat menjalankan aksi kejahatannya, tapi karena kanker lambung. Dialah Aage Vening Meinesz seorang penjahat Belanda kelahiran Malang yang dikenal dengan julukan "Meesterkraker”.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Walaupun disebut seorang penjahat atau kriminal, si Meesterkraker ini bukanlah tipikal bajingan tengik berdarah dingin. Dia pantang melakukan kekerasan dalam melaksanakan aksi kejahatannya. Bahkan, dia akan mengurungkan niatnya untuk mencuri daripada harus membunuh penjaga demi hasil curiannya tersebut.
Lantas apakah keahliannya yang membuat Belanda sempat gempar dengan ulah kejahatannya, sehingga mengundang seluruh pers Belanda saat itu untuk memfoto si Meesterkraker saat kembali ditahan di sel jeruji besi. Dan mengutip pernyataannya saat diwawancara.
“Pembobolan lemari bank sulit, tapi saya bisa melakukannya. Melarikan diri dari penjara Leeuwarden juga. Tapi, sekarang saya memiliki kemampuan untuk itu,” kata Aage Meinesz.
Keahlian Aage Vening Meinesz terkait erat dengan julukan yang disematkan kepadanya, yaitu Meesterkraker. Julukan tersebut didapatkannya atas teknik merampok Aage Meinesz yang terbilang ulung dan canggih di zamannya.
Ia menggunakan batang pembakar yang legendaris untuk melakukan pembobolan terbesar yang pernah ada di zamannya. Batang pembakar itu terbuat dari tabung besi panjang yang dilapisi dengan batang alumunium untuk menambah panas yang keluar. Melalui pembakaran beton dan logam tebal, tercipta api 3500 derajat.
Hasilnya, si Meesterkraker mampu membobol lemari besi Nederlandse Middenstands Bank di Helmond, dan mencuri 600.000 gulden. Kejadian pencurian terbesar di zamannya itu diliput seluruh surat kabar Belanda dan membuat geger masyarakat. Kejadian pembobolan tersebut terjadi pada awal tahun 1970-an. Aksinya tidak hanya sekali, dengan teknik canggihnya tersebut si Meesterkraker ini menjadi penjahat paling terkenal.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
Sepandai-pandainya tupai meloncat, si Meesterkraker ini pun akhirnya jatuh juga. Pada tahun 1973, Aage ditangkap dan dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara di Blokhuispoort di Leeuwarden. Tapi kepintarannya membuatnya bisa melarikan diri dari penjara. Selama 4 bulan si Meesterkraker menghirup udara segar, sebelum akhirnya ditangkap kembali.
Kecerdasan Aage dalam aksinya ternyata berasal dari darah kedua orang tuanya. Aage Meinesz sebenarnya berasal dari keluarga baik-baik. Kakek buyutnya adalah wali kota Rotterdam dan Amsterdam (Sjoerd Vening Meinesz) dan saudara kakeknya adalah profesor geofisika (Felix Vening Meinesz). Dari sisi ibunya, ia mewarisi darah Indo. Tapi gaya hidupnya yang mewah yang membuatnya terjebak dalam lingkaran kejahatan.
Setelah lepas dari penjara, tahun 1976, ia menulis buku autobiografi Mijn Nachten Met de Thermische Lans. Dan tahun 1985 si penjahat kelahiran Malang berbangsa Belanda ini meninggal akibat kanker lambung dan dimakamkan di Den Haag.
Dari berbagai sumber
