MALANGTIMES - Setelah ada spot rumah terbalik di Eco Green Park, rupanya kreativitas rumah terbalik lainnya mulai bermunculan. Kali ini Coban Talun di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kembali menyuguhkan spot swafoto yang cukup menarik dan unik dengan latar belakang alam.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Rumah terbalik itu dikelilingi hutan pinus dan taman bunga. Juga ada beberapa spot cantik lainnya yang cukup instargamable. Tepatnya di rumah terbalik itu terdapat dua unit rumah.
Dua unit rumah itu berwarna cokelat dan kuning. Yang berwarna cokelat berdinding anyaman pohon bambu. Sedangkan yang berwarna kuning berdinding tembok.
Mulanya spot swafoto ini hanyalah sebuah kafe bernama Hortensia. Kemudian dikembangkan dengan penambahan spot swafoto agar lebih menarik. Agar tidak hanya sekadar tempat nongkrong berbau alam.
Jika tertarik, wisatawan bisa ke tempat ini. Tepatnya bersebelahan dengan wisata Apache, Taman Bunga, Alas Pinus, atau jalur sebelum menuju Goa Jepang Coban Talun. Jika sekadar berswafoto, pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang.
Koordinator Wisata Coban Talun Samsul Huda menjelaskan wisata yang ada di Coban Talun tersebut merupakan ide-ide dan investor dari warga sekitar. Bagi dia, tempat wisata harus kreatif memanfaatkan yang ada sekitar.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
"Sebagai kota wisata, kami sebagai warganya harus sadar akan itu. Karena itu, kami menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari tempat lain agar pengunjung tertarik," kata Samsul, Kamis (18/1/2018)
Ia menambahkan, dengan hadirnya beberapa spot wisata di Coban Talun, setiap harinya pengunjung yang datang kurang lebih 150-200 pengunjung. "Sedangkan untuk akhir pekan itu bisa sampai ribuan," imbuhnya.
Sementara itu,Annis Nur, pengunjung asal Surabaya, mengatakan spot rumah terbalik itu sangat menarik dan unik. Dia mengaku jarang bisa menemukan spot seperti itu. "Bagus sekali, dengan suasana dikelilingi pohon pinus dan taman. Lalu kita di sini juga bisa nongkrong dengan suasana hutan yang nyantai," ujar Annisa kepada BatuTIMES. (*)
