TULUNGAGUNGTIMES - Prioritas pembangunan di bidang Infrastruktur menggunakan Dana Desa (DD) terus digencarkan oleh pemerintah Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Salah satu pembangunan yang telah berjalan menggunakan alokasi dana desa adalah dengan membangun sejumlah talut untuk mencegah erosi badan jalan di beberapa titik.
Kepala Desa Manding, Sumari mengatakan pembangunan talut kali ini telah dilaksanakan di antaranya di RT 06 RW 2 dan dilanjutkan ke jalan-jalan desa lainnya. "Talut ini untuk menahan badan jalan agar ada pembuangan air yang nantinya tidak terkikis air," kata Sumari, Senin (01/03/2021).
Baca Juga : Desa Selopuro Aktifkan Posko Kampung Tangguh

Selain talut, dalam tahun berikutnya untuk jalan desa di Manding skala prioritasnya adalah melakukan pengerasan dengan cara di rabat. "Yang terpenting, pembangunan talut ini bisa kita selesaikan. Ada beberapa titik jalan desa yang membutuhkan talut untuk penguat sisi kiri dan kanan sekaligus untuk membuat jalan air agar jalan tidak mudah rusak," ujarnya.
Pihaknya belum memaparkan jumlah anggaran dan volume pembangunan sejumlah talut ditagun 2021 ini. Namun, Sumari mamastikan pekerjaan dilakukan oleh pelaksana yang telah ditunjuk dalam musyawarah dan pihak pemerintah desa melakukan pengawasan mutu pembangunan.
"Saya selalu memberi pengawasan, jika kurang tepat saya tegur. Jangan sampai talut dan pembangunan fisik lain dikerjakan asal-asalan," ungkapnya.
Jalan Kabupaten yang melintas di Desa Manding sendiri dalam keadaan masih rusak parah. Selaku kepala desa, Sumari berharap segera ada perbaikan seiring dengan pembangunan jalan desa.
Baca Juga : Special Anniversary 2 Tahun, Jurnalis Center Pamekasan Khitan Gratis 162 Anak di 5 Desa
"Ini menjadi tulang punggung ekonomi, mobilitasnya harus lancar dan berjalan dengan baik. Semoga dengan pembangunan talut dan jalan desa ini, di tahun ini pembangunan jalan Kabupaten juga dikerjakan agar masyarakat semakin merasakan dampak pembangunan untuk meningkatkan ekonomi," jelasnya.
Dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan seluruh masyarakat di Indonesia juga sangat berdampak di pedesaan. Sumari berharap, masyarakat memahami pembangunan dengan menggunakan dana desa sempat terhambat dengan adanya pandemi ini. "Yang penting masyarakat tetap menjaga kebersamaan, membangun desa dengan kegotongroyongan," pungkasnya.
