KOTA BATU - Sopir truk trailer pengangkut backhoe yang menabrak sembilan rumah di Batu, Imam Syafii (65), mengaku kendaraannya mengalami rem blong. Dia menyadari rem blong tersebut setelah berada di belokan sebelum lokasi kejadian. Saat itu posisi Imam mengangkut backhoe dari Jawa Timur Park 3.
"Saat menyetir, saya menyadari dan terkejut waktu di tikungan. Waktu injak rem, kok tidak bisa. Saya injak-injak, ternyata tidak bisa. Begitu melewati tikungan, karena panik, saya langsung banting ke kiri dan menabrak rumah warga," ujar Imam saat menepi di rumah warga.
Rencananya alat berat backhoe ini akan dibawa ke Surabaya usai mengerjakan proyek di Jatim Park 3. Namun, baru saja keluar dari Jatim Park 3, sudah terjadi kecelakaan fatal itu.
Berikut nama-nama korban dalam kejadian ini. Yakni Imam Syafii (65), sopir truk; Sri Utami, istri sopir truk; Kusmianto, sopir backhoe. Sedangkan lima anak sopir truk adalah Irfan Sugiharto, kelas 6 SD, yang mengalami keseleo; Putri Rahayu, kelas 5 SD; Rafli Firansyah, kelas 2 SD; Pandu Ariya, kelas 1 SD; dan Bandriyo Setiawan, balita usia 5 bulan. Lalu ada satu pengendara sepeda motor yang sedang memarkirkan kendaraannya di depan rumah warga, yakni Galang Bima.
Hingga saat ini Satlantas Polres Batu sudah melakukan evakuasi terhadap truk trailer. Dan saat ini polisi juga mengevakuasi back hoe. Kejadian tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Malang maupun Batu macet.
Sementara, Kasatlantas Polres Batu AKP Ari Galang Saputra mengatakan kecelakaan tersebut diduga karena rem blong. Untuk menghindari kemacetan, apalagi saat musim liburan saat ini, polisi melakukan pengalihan arus lalu lintas. “Sementara yang mau masuk Kota Batu lewat Desa Pendem kami alihkan melewati Karangploso untuk menghindari kemacetan,” ungkap Galang.
Sembilan rumah itu milik Imam, Suharto, Turiono, Heru, Suwantoro, Sugiardi, Suparman, Dwi Sudarto, Gayon, dan Agus. Dalam kejadian ini, lima 5 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Baptis Batu. (*)
