Walaupun bukan kebutuhan pokok, cabe merupakan salah satu bahan dapur penting bagi mayoritas orang, khususnya pengusaha kuliner di Tulungagung.
Diketahui, harga cabe di Pasar Ngemplak Tulungagung per Selasa (05/01/2021) adalah 65 ribu rupiah per Kg, mengalami kenaikan lebih dari 100% dibandingkan bulan lalu yang hanya 30 ribu per Kg.
Baca Juga : Inilah Daftar Lengkap Lokasi 16 Toko Modern di Tulungagung yang akan Ditutup
Salah satu pedagang di Pasar Ngemplak, Tumini, mengatakan, saat ini harga cabe mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari biasanya. Menurutnya, harga yang ia terima dari petani sebesar 60 ribu per Kg nya.
"Kalau beli kiloan harganya 65 ribu, kalau eceran per ons 8 ribu," katanya, Selasa (05/01/2021) sore.
Kenaikan harga cabe, lanjutnya, terjadi secara berkala dan terus mengalami kenaikan, yang semula harganya 30 ribu, naik menjadi 50 ribu dan sekarang 65 ribu per Kg. Mengenai faktor penyebab kenaikan, pedagang yang berasal dari Desa Mangunsari itu tidak mengetahuinya.
Ditempat terpisah, salah satu pengusaha kuliner di Tulungagung, Kolifah mengaku terpukul dengan kenaikan harga cabe saat ini, karena usaha yang ia jalankan, setiap harinya membutuhkan cabe dalam jumlah yang cukup besar. "Jika harga cabe naik, biaya produksi otomatis juga ikut naik, dan ini berat," katanya.
Pemilik warung dengan ciri khas makanan pedas itu menambahkan, mahalnya harga cabe membuatnya kesulitan dalam melakukan manajemen, karena kalau kebutuhan cabe dikurangi maka akan berpengaruh pada langganannya, dan jika menaikkan harga jual makananya juga hal yang mustahil.
Sementara ini, yang dilakukan oleh Kolifah hanya bertahan terhadap kondisi dan berharap harga cabai segera normal kembali.
Baca Juga : Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu dan Tempe di Kediri Menjerit
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Tulungagung, Didik Sulaksono mengatakan, kenaikan cabe saat ini merupakan siklus tahunan, dengan curah hujan yang tinggi membuat produktifitas cabe menurun dan akhirnya harga cabe mengalami kenaikan.
“Kalau musim seperti ini, disemua daerah pasti mengalami kenaikan,” jelasnya.
Jika harga-harga barang di pasaran terus mengalami kenaikan, pihak dinas akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Bulog untuk menggelar operasi pasar agar harga barang kembali normal.
