MALANGTIMES - Mungkin, bila Ken Dedes yang sedang hamil muda mengurungkan niatnya datang ke petirtan (kolam mandi) khususnya dan tidak turun dari pedati, sejarah Singasari yang berdarah-darah tidak akan terjadi.
Pasalnya, hasrat Ken Dedes untuk mandi di petirtan yang dinamakan Baboji dan dipercaya sebagai Tamansari Ken Dedes dalam Kitab Pararaton inilah yang membuat Ken Arok langsung jatuh cinta pada tatapan pertama kepada istri Akuwu Tunggul Ametung ini.
Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko
Kecantikan Ken Dedes semakin sempurna di mata Ken Arok yang saat itu masih menjadi seorang prajurit yang menjaga petirtaan. Betapa tidak, saat Ken Dedes turun dari pedati dengan menjulurkan kaki lebih dahulu, kain wiru atau belahan kainnya tersingkap.
Saat itulah tersingkap rahsa atau wawati atau organ kewanitaan Ken Dedes. Ken Arok juga melihat itu sebagai mudyar hamurup atau pancaran cahaya. Tersingkapnya rahsa Ken Dedes inilah yang membuat babad baru di bumi Singasari.
"Dan tempat bersejarah pertemuan pertama kalinya Ken Arok dan Ken Dedes ini disebut Petirtaan Watugede sebutannya sampai saat ini," kata Dwi Cahyono Sejarawan Universitas Negeri Malang.
Petirtan Watugede yang terletak di Desa Watugede, Kecamatan Singosari inilah tempat pertama Ken Arok takluk dan bersiap untuk melakukan apapun untuk mendapatkan perempuan yang melahirkan raja-raja besar di Tanah Jawa ini. Khususnya Kerajaan Singasari dan Majapahit dari Dinasti Rajasa.
Maka disusunlah rencana. Ken Arok yang telah jatuh cinta dan penasaran dengan Ken Dedes, lalu membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan memperistri Ken Dedes.
"Inilah yang membuat Petirtaan Watugede ini menjadi situs penting dan sakral. Selain karena sejarahnya, petirtan ini juga terbilang indah sampai saat ini," ujar Dwi yang mengatakan petirtaan ini pertama kali ditemukan tahun 1925 oleh Arkeolog Belanda .
Baca Juga : Efek Jera, Ortu 207 Remaja Balap Liar Dipanggil Polisi, Guru Juga Ditembusi
Dahulu di Watu Gede banyak ditemukan arca-arca di sekeliling kolam. Yang dimungkinkan deretan arca tersebut yang mengalirkan air dari sumber ke dalam petirtaan.
Sedangkan untuk air di Petirtaan Watugede berasal dari sumber air yang ada di bawah sebuah pohon besar di salah satu sudut petirtaan itu. Air kemudian dialirkan ke dalam kolam melalui arca. Di dasar kolam diperkirakan masih ada relief padma, lambang para dewa.
Bagi anda yang penasaran untuk menikmati keindahan alam dan jernihnya petirtan watu gede sambil membayangkan pertemuan pertama Ken Arok dan Ken Dedes ini, petirtan ini bisa jadi salah satu lokasi yang cocok untuk dikunjungi.
Selain itu, petirtan ini juga dipercaya bisa membuat awet muda dan berkah kecantikan.
