MALANGTIMES- Rumah Usman Abdullah yang berada di Jalan Yulius Usman, Gang 5 Nomer 174, Kelurahan Kasin, Kota Malang, memang nampak seperti rumah warga sekitar lainnya. Tidak nampak hal yang mencurigakan dari rumah tersebut.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Tertempel di kaca, sebuah kertas yang menunjukan rumah tersebut menjual berbagai macam gamis, kopi dan juga makanan beku seperti sosis dan nugget.
Rumah bercat krem dengan lantai berwarna biru tersebut terlihat tenang dan sepi pasca penggerebekan anggota Densus 88. Tak nampak aktivitas lagi ketika MalangTIMES mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela yang berkelambu sedikit menerawang.
Meski sempat terdengar suara percakapan dari dalam rumah, namun ketika diketuk pintunya dan mencoba dipanggil, tak terdapat jawaban dari pemilik rumah.
Tak berselang lama, keluarlah seorang wanita berkerudung bersama seorang anak kecil dari pintu belakang rumah yang langsung meninggalkan rumah tersebut.
Beberapa menit kemudian, munculah seseorang yang bernama Ahmad yang merupakan salah satu penghuni rumah yang langsung menuju kerumunan orang yang masih berada di lokasi melihat situasi pasca penggerebekan.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
"Sini bukan rumahnya Risky mas, sini rumah mertuanya, Risky nggak ada di sini, datang ke sini dua minggu yang lalu, ini bukan rumahnya," jelasnya, Sabtu (9/12/2017).
Ketika ditanya terkait keberadaan Risky, ia mengungkapkan secara singkat bahwa Risky berada di Sengkaling, namun ia tak menyebut pasti dimana alamatnya.
"Dia nggak di sini, di Sengkaling, ini bukan rumahnya," pungkasnya singkat seraya kembali menuju masuk ke dalam rumah.
