MALANGTIMES - Masyarakat Malang tentu sudah tidak asing dengan tempat perbelanjaan modern Sarinah Plasa. Selain sebagai tempat perbelanjaan, kawasan ini juga dilengkapi dengan bioskop yang siap menyayangkan film-film terbaru.
Tapi tahukah Anda jika Sarinah Plasa menyimpan fakta sejarah yang begitu panjang? Nah, ini dia fakta sejarah Sarinah Plasa yang bikin kita seakan hanyut ke dalam kisah masa lalu.

1. Plaza Sarinah merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Malang. Tempat ini sempat berjaya pada tahun 1970 hingga 1990-an sebelum pamornya tergeser oleh tempat-tempat belanja modern pada tahun 2000an.
Baca Juga : Deretan Fakta Bentrok TNI Vs Polri di Papua yang Tewaskan 3 Anggota Polisi
2. Gedung Sarinah pernah menjadi Gedung Societiet Concordia. Yakni sebuah bangunan modern bergaya arsitektur indis. Gedung ini juga pernah menjadi rumah dinas Bupati Malang pertama pada tahun 1820 hingga 1839 yakni Raden Toemenggoeng Notodiningrat.
3. Sepeninggal Raden Notodiningrat, gedung tak terpakai itu kemudian dikuasai oleh Belanda, dan dijadikan sebagai tempat berkumpul. Gedung tersebut kemudian dikenal dengan nama gedung Societiet Concordia. Gedung tersebut merupakan tempat berkumpul pertama warga Belanda, yang kala itu mulai keluar dari benteng pertahanannya di Celaket.

4. Di gedung ini juga sempat menjadi tempat berlangsungnya Rapat Akbar KNIP yang menjadi cikal bakal dibentuknya DPR RI yang pertama. Rapat akbar tersebut berlangsung pada 25 Februari - 5 Maret 1947.
Baca Juga : Sempat Dilarang, Pemerintah Akhirnya Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Ini Syaratnya
5. Untuk menghindari Belanda masuk kembali ke Malang, bangunan ini sempat dibumihanguskan. Hal ini sebagai langkah gerilya saat itu.

6. Pada tahun 1970, di lokasi yang sama dengan gedung Societiet Concordia yang telah hangus, dibangun sebuah gedung anyar yang dijadikan sebagai gedung Sarinah dan menjadi pusat perbelanjaan pertama di Kota Malang. Penamaan Sarinah untuk bangunan anyar ternyata tak sembarangan. Sarinah, sebenarnya nama sosok wanita yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Soekarno, presiden pertama RI. Nama tersebut dipilih sendiri oleh Bung Karno.
