Komedian legendaris Indro Warkop rupanya juga ikut menyoroti peristiwa pengeroyokan 2 anggota TNI oleh anggota klub moge.
Menanggapi peristiwa itu, Indro pun lantas memberikan nasihat bijak kepada klub moge tanpa menyebut nama klub tersebut guna menghormati pengguna jalan lain.
Baca Juga : Ditabrak Pikap, Seorang PNS di Kabupaten Malang Alami Patah Tulang Kaki
Dalam video singkat yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando, Indro berpesan, agar anggota klub moge seperti Harley Davidson bisa menghormati masyarakat pengguna jalan lainnya.
Diketahui, Indro sendiri merupakan salah satu artis yang juga penggemar motor Harley Davidson.
"Anak-anak harley davidson club, apapun clubnya, kita masyarakat biasa. Kita ini dekatlah dengan masyarakat, wong kita makainya bareng-bareng mari saling menghormati," kata Indro.
Lebih lanjut ia juga menuturkan jika pengendara moge bukan pemilik jalanan. Sebab itu, komedian 62 tahun ini mengimbau untuk sadar diri.
"Kita bukan warga kelas satu. Kita bukan yang punya jalanan walaupun kita mungkin lebih banyak kenal pejabat," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan telah beredar sebuah video yang memperlihatkan dua anggota TNI dikeroyok oleh pengendara moge. Video itu pun menjadi viral di media sosial. Di video yang beredar tampak pengeroyokan terjadi di halaman rumah toko (ruko).
Pengeroyokan itu terjadi diduga karena kesalahpahaman saat sama-sama berkendara di jalan raya.
Baca Juga : Empat ATM BRI Dalam Kondisi Tanpa Mesin, Ternyata Ini Yang Terjadi
"Kesalahpahaman di jalan raya, (Rombongan Moge) minta prioritas. Lalu, yang sepeda motor lainnya sama-sama tidak dapat mengendalikan emosi," kata Kapolres Kota Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara.
Awalnya, kedua anggota TNI yang berboncengan dari Kodim 0304 Agam menepikan kendaraan mereka saat iring-iringan moge dari Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) melintas.
Namun, ada rombongan moge yang tertinggal dan melewati pengendara anggota TNI itu hingga membuat keduanya keluar ke bahu jalan. Singkat cerita, terjadilah perselisihan dan rombongan itu menyetop dua pengendara anggota TNI dan barulah terjadi aksi pemukulan.
Diketahui bahwa rombongan moge itu dipimpin Letjen (pur) Djamari Chaniago. Djamari merupakan mantan Pangkostrad dan kepala staf umum (kasum) TNI.
