Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ramai Yakuza Maneges Dideklarasikan Anak Gus Miek di Kediri, Organisasi Apa Itu?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

12 - May - 2026, 14:34

Placeholder
Thuba Topo Broto Maneges atau yang dikenal sebagai Den Gus Thuba, putra almarhum KH Hamim Jazuli (Gus Miek) saat memberikan sambutan deklarasi Yakuza. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Nama Yakuza Maneges mendadak ramai dibicarakan usai dideklarasikan di Kediri, Jawa Timur. Organisasi sosial dan dakwah tersebut didirikan sejumlah tokoh, termasuk para gus atau putra kiai di wilayah Kediri Raya.

Deklarasi organisasi itu digelar pada Sabtu (9/5/2026). Sosok yang menginisiasi pembentukan Yakuza Maneges ialah Thuba Topo Broto Maneges atau yang dikenal sebagai Den Gus Thuba, putra almarhum KH Hamim Jazuli (Gus Miek). 

Baca Juga : Setujui Dua Raperda, Demokrat DPRD Jatim Kawal Reformasi OPD dan Transformasi PJU

Nama “Yakuza” yang identik dengan kelompok mafia Jepang pun memancing perhatian publik. Namun Gus Thuba menjelaskan bahwa filosofi Yakuza Maneges berbeda jauh dari citra organisasi kriminal yang selama ini dikenal masyarakat itu.

Dalam pidato deklarasinya, Gus Thuba mengungkapkan bahwa organisasi tersebut dibentuk untuk menjadi tempat berkumpul, sekaligus wadah pembinaan spiritual dan perubahan diri.

"Organisasi Yakuza Maneges ini lagi bukan sekadar sebagai wadah berkumpul namun sebagai sebuah sarana perubahan dan pengabdian. Organisasi  Yakuza Maneges membawa filosofi dan makna yang mendalam. Yakuza, yang awalnya kotor ujungnya zuhud abadi," ujar Den Gus Thuba dalam pidato deklarasinya, dikutip Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, Yakuza Maneges hadir untuk merangkul orang-orang yang pernah berada di lingkungan kelam atau merasa tersesat, tetapi masih memiliki niat memperbaiki diri.

Gus Thuba menyebut Yakuza Maneges menjadi ruang bagi kelompok yang ia sebut sebagai “santri jalur kiri”. Kelompok tersebut, kata dia, merupakan orang-orang yang pernah terjerumus dalam kesalahan atau kemaksiatan, namun ingin kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri. Mereka ini tersesat yang berada di jalan menuju jalan yang keliru bahkan terjatuh dalam dosa yang berat. Namun masih memiliki niat dan tekad untuk berbenah diri kembali ke jalan yang benar dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Organisasi itu juga membawa misi sosial, kemanusiaan, dan pendampingan bagi masyarakat marginal.

Dalam penjelasannya, Yakuza Maneges disebut berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan Gus Miek.

Hal itu disebut sebagai bentuk kesinambungan dakwah spiritual yang selama ini dikenal melekat dengan pendekatan budaya dan pembinaan masyarakat pinggiran.

"Perlu diketahui bahwa organisasi Yakuza Maneges ini berdiri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin oleh KH Hamim Jazuli (Gus Miek). Nilai utama yang saya pegang menanamkan nilai spiritual yang telah diajarkan oleh almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marginal," ucapnya.

Baca Juga : Film ‘Pesta Babi’ Ramai Dibubarkan, Tentang Apa Isi Dokumenternya?

Den Gus Thuba juga menerangkan organisasinya tidak bergerak di ranah politik praktis dan tidak berseberangan dengan negara. "Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum," tandasnya.

Selain bergerak di bidang dakwah, Yakuza Maneges juga disebut akan aktif membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun sosial.

Gus Thuba mengatakan organisasinya ingin menjadi pembela masyarakat kecil sekaligus pengingat moral di tengah kehidupan sosial. "Visi Yakuza Maneges adalah penjaga yang lemah, pembela yang benar, pembenah yang salah. Membantu mengawal dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama yang melenceng," kata Gus Thuba.

Deklarasi Yakuza Maneges turut dihadiri oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Dalam sambutannya, Vinanda mengaku tidak banyak orang berani menggunakan nama “Yakuza” karena identik dengan kelompok mafia Jepang. Namun menurutnya, nama tersebut dihadirkan Den Gus Thuba dengan semangat dakwah yang berbeda.

Ia juga menilai pendekatan yang dilakukan Gus Thuba sejalan dengan warisan dakwah Gus Miek yang dikenal merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang.

"Selamat atas deklarasi resmi organisasi Yakuza Maneges Pusat dan Wilayah Kediri Raya. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia," katanya. 

Vinanda menambahkan Pemerintah Kota Kediri saat ini tengah mendorong visi Kota Kediri MAPAN, yakni maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, keberadaan Yakuza Maneges dinilai dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam membangun Kota Kediri yang MAPAN," tutup Vinanda.


Topik

Peristiwa Yakuza Maneges Kota Kediri putra Gus Miek Gus Thuba Kediri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy