Jika mempunyai hobi, seseorang bisa mencari apa saja yang memuaskan hatinya. Demikian yang terjadi dengan seorang Kepala Desa Ngubalan di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Siswanto, kepala desa yang kini menjalani periode ketiga kepemimpinan itu ternyata juga seorang penghobi bunga hingga hewan koleksi.
Mulai ikan hias, burung gagak, dadak merak dan aneka burung koleksi lain tampak menyemarakkan rumah pria 57 tahun ini. Yang tak kalah istimewa, Siswanto juga memelihara ayam pelung yang didatangkan dari Jawa Barat.
Baca Juga : Bak Selebritis, Saat Liburan TKW Tulungagung di Hong Kong Bisa Nikmati Hal Ini, Asal..
"Dibeli online oleh teman, kemudian saya beli lagi dan ternyata suara kokoknya sangat merdu," kata Siswanto, Rabu (28/10/2020).
Ayam pelung adalah ras ayam lokal unggul dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Selain dari penampilan fisiknya, ayam pelung dinilai unggul dan bagus dari suara kokok yang panjang dan memiliki lagu.
Disebutkan dalam Wikipedia, ayam pelung punya nama ilmiah Gallus gallus domesticus.
"Makanannya sama seperti ayam jawa dan ayam pada umumnya, selain konsentrat ayam ini juga makan apa saja yang diberikan. Bahkan, makanan sisa kita juga akan disantapnya," ungkap pria yang sering dipanggil Glocon ini.
Namun menurutnya, ayam pelung ini bagus jika diberi makanan beras merah, kacang ijo, gabah dan jagung. Secara fisik ayam, menurut Glocon ayam pelung lebih besar dari ayam jawa, beratnya di kisaran 3 kilogram lebih per ekor.
Baca Juga : Naruto Mati Jadi Trending, Beredar Meme Kocak hingga Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur
"Iya memang ukurannya lebih besar, jadi tidak sama dengan ayam pada umumnya," ujarnya.
Sementara dari sisi warna, ayam pelung tak banyak berbeda dengan ayam jawa. Ayam pelung bisa mulai dinikmati irama kokoknya mulai usia 4 bulan.
Saat ini, Glocon mengaku tidak sedang ingin mengembangbiakkan ayam pelung itu. Dia lebih berkonsentrasi untuk merawat ayam tersebut sebagai koleksi sekaligus memenuhi hobinya.
