Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Ikhtiar Capai Visi Rahmatan lil Alamin, UII Beri Beasiswa Santri Unggulan Tiap Tahun

Penulis : Arif Wijaya - Editor : Yunan Helmy

24 - Sep - 2020, 18:32

Placeholder
Suyanto Thohari (kiri) dan Asmuni Thahir (kanan).

Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang seseorang untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Pasalnya, kini banyak perguruan tinggi yang memberikan beasiswa bagi yang memenuhi kualifikasi. 

Salah satu beasiswa bergengsi adalah beasiswa full study yang diberikan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam program Beasiswa Santri Unggulan.

Baca Juga : Dorong Masyarakat Kembangkan Bisnis, Unisba Blitar Gelar Pelatihan Bahasa Inggris

Beasiswa Santri Unggulan memberikan fasilitas berupa pembebasan seluruh biaya pendidikan selama study di UII ditambah dengan fasilitas tinggal dan belajar di Pondok Pesantren UII. Ada tujuh fakultas yang dapat dipilih dengan beragam program studi yang diselenggarakan, yakni Fakultas Hukum, Ekonomi, Ilmu Agama Islam, MIPA, Teknologi Industri, Psikologi dan Sosial Budaya, serta Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Rata-rata per tahun Beasiswa Santri Unggulan memberikan beasiswa untuk 40 santri putra dan putri.

Menurut Direktur Direktorat Pondok Pesantren Dr Asmuni M. Thahir MA,  Pondok Pesantren UII didirikan tahun 1996 dengan semangat mewujudkan cita-cita pendiri UII pada tahun 1945 yang saat pendiriannya bernama Sekolah Tinggi Islam (STI). Semangat tersebut adalah memadukan agama dan ilmu dalam diri pemimpin umat dalam bingkai Islam rahmatan lil alamin.

Asmuni M. Thahir menjelaskan bahwa semangat pendirian Pondok Pesantren UII salah satunya disemangati oleh cita-cita pendiri UII Mohammad Hatta. Yaitu "wujud Sekolah Tinggi Islam ialah membentuk ulama yang berpengetahuan luas serta mempunyai semangat yang dinamis. Hanya ulama yang seperti itulah yang bisa menjadi pendidik yang sebenarnya dalam masyarakat. Di Sekolah Tinggi Islam itu akan bertemu agama dengan ilmu dalam suasana saling menyapa dan kerja bersama, untuk membimbing masyarakat dalam kebersamaan”.

Cita-cita luhur pendiri UII ini kemudian diwujudkan oleh pengagas berdirinya Pondok Pesantren UII pada tahun 1996. Di antaranya Prof H Zaini Dahlan MA dan Prof Dr H Moh. Mahfud MD SH SU.

Asmuni M. Thahir yang mengemban amanah sebagai direktur Pondok Pesantren UII sejak tahun 2018 ini juga menegaskan, “Pondok Pesantren UII adalah ikhtiar mencetak generasi bangsa yang ilmuwan, ulama, dan pemimpin yang diberikan kepada generasi bangsa yang mempunyai potensi-potensi unggul.”

Baca Juga : Ta’aruf Mahasiswa, Konferensi Internasional di Amerika jadi Target FIAI UII

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, selain kuliah S1 sebagaimana mahasiswa pada umumnya, santri Pondok Pesantren UII harus menyelesaikan 66 SKS. Sistem pembelajarannya dilaksanakan secara klasikal dengan bahasa pengantar Arab dan Inggris.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren UII Suyanto Thohari SAg  MSI MPd menjelaskan, untuk persiapan mendaftar di Beasiswa Santri Unggulan, yang penting disiapkan adalah kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris serta pengetahuan agama lainnya. “Tes masuk di Pondok Pesantren UII dirancang untuk memilih santri yang sekaligus mahasiswa yang sungguh-sungguh berproses menjadi pribadi yang ulil albab,” kata Suyanto Thohari.

 


Topik

Pendidikan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arif Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan