Gaya Hijabers Malang Kenakan Topi Baret

Oct 25, 2017 18:32
Hijabers asal Malang Aghnia Punjabi (foto: Instagram @aghniapunjabi)
Hijabers asal Malang Aghnia Punjabi (foto: Instagram @aghniapunjabi)

MALANGTIMES - Topi baret atau dalam istilah asing dikenal dengan beret hat rupanya sedang digandrungi kalangan hijabers. Meski mengenakan hijab, mereka tak ragu memadukan dengan topi bergaya Prancis itu. 

Baret memiliki bentuk bulat, pipih, dan lembut. Dan biasanya topi jenis ini terbuat dari tenunan, wol rajutan tangan, katun rajutan, flanel wol, atau serat akrilik. Dari sisi historis, topi ini diproduksi masal pada abad ke-19 di Prancis dan Spanyol serta negara-negara lain di belahan Eropa. 

Baca Juga : Lebih Simple dan Anti Ribet dengan Pakai Hijab Dua Sisi Ini

Bila pembaca setia MALANGTIMES amati, topi baret di Indonesia dikenakan oleh tentara dan polisi. Meski begitu, topi baret ini di dunia mode sedang digandrungi. Bahkan mereka yang mengenakan hijab pun memadukan gaya busana mereka dengan topi baret. Salah satu fashionista hijab yang gemar mengenakan topi baret ialah Aghnia Punjabi. 

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini terlihat mengenakan dua model baret yakni warna velvet dan hitam dengan aksen mutiara. Lantas seperti apa gaya wanita pemilik akun Instagram @aghniapunjabi itu mengenakan topi baret? 

 


(www.instagram.com/aghniapunjabi)

Aghnia memilih topi baret keluaran label Zara. Seri Velvet Burgundy punya Aghnia ini dibanderol di kisaran harga Rp 300.000. Ia memilih memadukan dengan busana motif kotak-kotak warna senada dengan topi. Sebagai pelengkap, Aghnia memakai kacamata model lensa cat eye warna merah. 

Selain terlihat memakai topi baret warna velvet, rupanya alumnus MA Negeri 3 Malang ini juga cukup gemar mengenakan baret warna hitam. Gaya busana kali ini serba hitam dan Aghnia memadukan dengan hijab warna senada. 

 


(www.instagram.com/aghniapunjabi)
Label baret yang dikenakan oleh wanita yang miliki pengikut 400.000 lebih itu ialah keluaran Stradivarius. Topi baret satu ini dibanderol di kisaran harga Rp 130.000. Bahan topi ialah wool sehingga hangat dan pas dikenakan di musim dingin. Kala mengenakan baret warna hitam, Aghnia memilih busana blus dengan motif bunga. 

Ia memadukan busana itu dengan celana kain warna abu-abu. Gaya busana Aghnia kali ini makin lengkap dengan tambahan aksesori berupa kacamata bergaya klasik warna hitam. 

Sementara itu, desainer senior asal Malang Hermina Andreyani menyatakan tidak ada masalah berhijab dan mengenakan topi secara bersamaan. "Nggak papa sih kalau menurutku asal si pemakai bisa memantaskan diri dan tahu diri ah dengan karakter dirinya," ujar dia. 

Twtapi, Hermina menekankan pemilihan topi harus disesuaikan dengan beberapa hal. Paling utama ialah ukuran topi disesuaikan dengan bentuk tubuh. "Misalnya perawakannya kecil mungil trus pakai topi yang lebar-lebar dan besar itu kurang cocok menurut saya," jelas Hermina. 

Baca Juga : Lebih Ringan dan Simple, Namun Tetap Stylish dengan Tas Satu Ini

Dalam teori mode, terang Hermina, apa pun fashion item yang dikenakan, sebaiknya menyesuaikan dengan bentuk tubuh. Bila memiliki tubuh mungil, sebaiknya menghindari topi yang lebar dan berukuran besar. Pun dengan yang bertubuh besar, agaknya topi yang dikenakan disesuaikan dengan pemilik tubuh. 

"Yah kita balik lagi ke ilmu desain ya. Kalau orangnya kecil pendek, nggak pantes pakai topi yang lebar-lebar. Nanti tenggelam. Karena jadi ada perbandingan antara besar dan kecil," pungkasnya. (*)

Topik
Gaya Hijabers MalangHijabers Malangfashion malangTopi Baret malangaghniapunjabiMahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru