Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya

Buka Bisnis Hasil Pengalaman, Kini Wanita Asal Malang Ini Sukses dengan Brand Sendiri

Penulis : Hezza Sukmasita - Editor : Lazuardi Firdaus

06 - Oct - 2017, 20:05

Placeholder
Owner LAMOUR SkinCare Linda Chrysta Dewi (Foto: LAMOUR SkinCare for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pernah menjadi seller produk kecantikan dan menjadi tempat customer-customer curhat segala permasalahan kulit wajah, menjadi salah satu latar belakang Lynda Chrysta Dewi membuat brand kecantikan sendiri. Brand tersebut diberi nama LAMOUR SkinCare.

Baca Juga : Viral Desainer Arnold Putra yang Bikin Tas dari Tulang Manusia, Lihat Bentuknya!

Memanfaatkan jaringan yang telah dibangunnya sejak lama, mantan Public Relation sebuah perusahaan multinasional ini mulai memasarkan produknya yang telah dilaunching sejak 9 September 2014 lalu ini.

“Dulu pertama aku pasarin produkku lewat BBM aja. Kebetulan waktu itu kontak BBM ku ada tiga ribu lebih. Dari situ mulai ada yang tanya-tanya dan coba LAMOUR,” ujar Linda.

Wanita kelahiran 1986 ini begitu percaya kekuatan sosial media. Oleh sebab itu, dirinya memfokuskan pemasaran produknya lewat berbagai sosial media seberti Facebook, WhatsApp, Instagram dan BBM. Alhasil mulai dari hanya terjual 80 paket produk di hari pertama, kini Linda berhasil menjual ribuan produk setiap bulannya.

Hal itu berkat ketekunan dan pola komunikasi yang baik yang dibangunnya kepada customer yang akhirnya menjadi seller dan agennya. Tiga tahun berdiri mantan finalis Kakang-Mbakyu Kota Malang ini telah memiliki belasan distributor dan ratusan agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agaknya pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpa benar adanya. Memiliki bisnis yang berkembang pesat dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga tahun membuat beberapa orang sebut saja haters berulah.

Baca Juga : Seniman Ini Buat Masker Berkarakter Facehugger di Film Alien, Bisa Cegah Covid-19?

“Dulu ada yang menyebarkan hoax bahwa LAMOUR bermerkuri tidak aman dan sebagainya. Semapat geram juga padahal produk kami sudah terdaftar BPOM waktu itu. Tapi sekarang saya bikin santai saja lah sambil berdoa yang baik-baik buat mereka,” cerita Linda kepada MalangTIMES saat ditemui di Klinik LAMOUR SkinCare di Jalan Papa Ungu 23A Malang beberapa waktu lalu.

Untuk semakin memperdalam keilmuan soal kesehatan kulit dan kecantikan, Linda tak segan mengikuti seminar-seminar dan berguru langsung pada ahlinya hingga ke luar negeri. Diakuinya, hal itu selain sebagai penambah pengetahuan bagi dirinya pribadi namun juga sebagai bentuk upaya memberikan produk dan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada customernya.

Bagi Linda, menjadi seorang pebisnis memiliki jaringan yang luas saja tidak cukup. Namun juga harus dibarengi dengan kemauan menambah wawasan dan mental yang kuat demi menghadapi persaingan bisnis.

“Kita nggak boleh jatuh kalau dijegal orang. Yang pasti untuk membuka lahan bisnis harus sesuai aturan pemerintah ya supaya kuat secara hukum. Itu kan salah satu cara meminimalisir kita terjatuh kalau ada orang mau ngejegal,” tandasnya.


Topik

Gaya LAMOUR-SkinCare Linda-Chrysta-Dewi Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hezza Sukmasita

Editor

Lazuardi Firdaus