MALANGTIMES - Garong alias maling beraksi membobol Kantor Kelurahan Cemorokandang dan menggasak sejumlah barang pada Kamis (28/9/2017).
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Kantor Kelurahan Cemorokandang yang berada di Jl Cemorokandang No 1, Kedungkandang, Kota Malang tersebut, diketahui dalam kondisi berantakan pertama kali oleh Sekretaris Lurah (Seklur) Cemorokandang pada pagi hari sekitar pukul 6.30 wib ketika memasuki kantor.
Lurah Cemorokandang Ahmad Riduan mengungkapkan, saat diketahui oleh sekretaris lurah, beberapa ruangan memang dalam kondisi acak-acakan. Surat-surat didalam kantor berantakan dilantai.
"Laci mereka dalam kondisi rusak. Jendela ruangan seklur juga rusak, dengan dokumen yang berserakan. Setelah itu langsung bilang sama petugas kebersihan dan langsung melapor polisi," paparnya Kamis (28/9/2017)
Lanjutnya, dari dalam kantor, maling tersebut berhasil menggasak dua unit laptop dan satu unit proyektor dari ruangan seklur, ruangan bendahara dan ruangan tengah.
"Dugaan masuknya lewat jendela, yang berada di ruangseklur. Sebenarnya jendelanya juga terdapat teralis, namun teralisnya dirusak juga sehingga bisa masuk," jelasnya
Setelah berhasil masuk kantor, garong langsung mengacak-ngacak semua laci kantor untuk mencari benda-benda berharga ataupun uang.
Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar
"Garong tersebut, diperkirakan menyatroni kantor kelurahan pada malam hari dengan jumlah lebih dari satu orang yang diduga juga membawa senjata tajam," paparnya
Polisi sendiri datang ke TKP sekitar pukul 09.00 wib yang langsung melakukan oleh TKP untuk mencari bukti-bukti pengungkapan pelaku pembobolan ini.
Saat olah TKP, polisi juga berhasil menemukan barang bukti sebuah tas laptop yang berada di tengah sawah di sekitaran lokasi TKP. Akibat kejadian ini, diperkirakan kerugain yang dialami mencapai Rp 12 juta lebih. Selain itu, akibat peristiwa ini, petugas tidak bisa melayani masyarakat, sehingga pelayanan masih tersendat
