Dalam penelitian Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga (UNAIR) Chaerul Anwar Nidom, mengonsumsi kunyit dan jahe dapat menangkal Virus Corona yang kini sudah ditemukan di Indonesia.
Chaerul yang juga berpengalaman menangani wabah flu burung pada tahun 2005 lalu menganjurkan untuk rutin mengonsumsi makanan yang mengandung curcuma seperti kunyit dan jahe sebagai suplemen daya tahan tubuh.
Kunyit adalah tanaman yang memiliki sejarah pemakaian obat yang sangat panjang yang berumur hampir 4000 tahun.
Di Asia tenggara, kunyit digunakan tidak hanya sebagai bumbu utama, tetapi juga sebagai komponen upacara religi.
Kunyit telah dimanfaatkan sebagai bahan makanan kosmetik dan obat-obatan.
Pengolahan yang dilakukan berbeda-beda di setiap negara. Dapat dikonsumsi saat segar, kering, powder, dan ekstrak.
Dilansir dari buku Romansa Rempah Indonesia karya Marisza Cardoba, kunyit digunakan sebagai obat herbal untuk rheumatoid arthritis, berbagai gangguan pencernaan, penyembuhan luka dalam maupun luar, infeksi saluran kemih, nyeri menstruasi, mencegah kerusakan hati, mencegah penyakit alzheimer, dan lain-lain.
Kandungan kunyit telah nyata sebagai anti inflamasi, anti mikroba, analgetik, anti koagulan, anti-virus, antikanker, dan lain-lain.
Dosis yang direkomendasikan untuk mengonsumsi kunyit di antaranya sebagai berikut:
1. 8-60 gr rimpang kunyit segar tiga kali/hari (diperas/diseduh/direbus).
2. Simplisia (kering) 3-9 gr sehari.
3. Serbuk dalam bentuk teh, dosis 1,5-3 gr diseduh dengan air (2 s/d 3 gelas) dibagi 3 dosis.
Kunyit sendiri sudah terkenal sebagai penyembuh luka, mengurangi rasa sakit.
Sampai saat ini, tidak ada efek toksik (beracun) pada penelitian hewan ataupun manusia.
Namun, tetap ada kemungkinan orang yang sensitif terhadap kunyit.
Kunyit punya kontraindikasi pada ibu hamil, alergi kunyit, dan orang dengan gangguan batu empedu.
Sementara itu, jahe merah berguna untuk menjaga kesehatan.
Rempah yang rasanya pedas ini terkenal sebagai obat tradisional yang diandalkan sebagai bagian dari berbagai ramuan.
Minyak atsirinya dipakai sebagai bahan kosmetik, aromanya memberi kesan wangi dan menyegarkan, sehingga dipakai sebagai aromaterapi.
Ia memiliki efek antimual yang digunakan sebagai teman untuk ibu hamil yang merasakan mual berkepanjangan, dengan mengkonsumsi dalam dosis kecil.
Di luar sudah diteliti dan diaplikasikan oleh praktisi medis untuk mengatasi antimual untuk ibu hamil.
Jahe secara umum dipakai juga untuk mengurangi masuk angin, nyeri sendi, kembung, dan lain-lain. Efek menghangatkan badan dapat juga melegakan nafas.
Untuk itu, pada penderita asma, minum rebusan jahe dengan sereh akan membantu mencegah kekambuhan.
Namun, perlu diingat bahwa mengkonsumsinya harus hati-hati.
Karena kandungan kimia yang berkhasiat ini akan dapat menimbulkan rasa panas dan iritasi pada lambung jika mengonsumsi lebih dari kemampuan tubuh.
