Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ruang Mahasiswa

Anak TKW dari Pelosok Kabupaten Malang Ini Mampu Sabet IPK Tinggi Magister

Penulis : Wahida Rahmania Arifah - Editor : Lazuardi Firdaus

14 - Sep - 2017, 23:31

Placeholder
Pemuda asal Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Ryan Nuansa Dirga berhasil sabet titel magister dengan IPK 3,96 (foto: Ryan Nuansa Dirga for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Dari sebuah desa di Sumberpucung Kabupaten Malang, Ryan Nuansa Dirga berhasil meraih prestasi membanggakan.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Menempuh jarak 30 kilometer lebih untuk menimba ilmu, Ryan berhasil meraih titel magister dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Perjuangan Ryan menuntut ilmu tidaklah mudah. Tinggal di Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang setiap hari ia harus berangkat subuh.

"Saya enggak ngekos di Malang, jadi hampir tiap hari seusai sholat subuh dan mandi saya berangkat naik bus dari rumah," cerita dia pada MALANGTIMES. 

Melintasi perjalanan sepanjang 30 kilometer dengan kendaraan umum sudah menjadi bagian kehidupan Ryan selama enam tahun terakhir.

Pria kelahiran 1993 itu mengambil studi di sarjana dan magister di Universitas Negeri Malang (UM). Dengan suara lirih, Ryan menceritakan bahwa motivasi ia kuliah sampai jenjang magister karena sang Ibu.

"Ibu sekarang lagi di luar negeri, sudah lama jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kalau beruntung setahun sekali ibu bisa pulang ke rumah," ujarnya. 

Jauh dari sang Ibunda, membuat Ryan menjadi sosok yang tegar. Apalagi ia pun harus merawat sang nenek yang sudah sakit-sakitan. Pulang kuliah, ia tak lantas menikmati waktu bersantai dengan teman-teman.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

"Karena saya anak tunggal, di rumah sama ayah dan nenek juga ada saudara. Saya bantu rawat nenek," tutur pria berkulit terang itu. 

Kehidupan membuat Ryan tegar dan bersemangat. Ada satu penyemangat yang ia bilang pada media online ini buat ia bertahan meski banyak cobaan mendera selama ia studi magister.

"Ibu saya, saya enggak mau nyusahin ibu saya lagi, saya harus mendapat pekerjaan yang bagus. Saya harus pintar," ucapnya.

Berkat ketekunannya pula, Ryan mampu lulus dalam waktu 20 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Prestasi ini membuat Ryan menjadi tiga besar lulusan terbaik Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM). 

Bukan hanya itu, berkat kegigihan ia membantu orangtua dengan bekerja sebagai tenaga pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing di Dili, Timor Leste. 

Ditanya soal kunci kesuksesan prestasi akademik, Ryan mengaku ia tidak pernah menunda apapun termasuk belajar dan mengerjakan tugas. "Tugas apapun kalau bisa hari itu dikerjakan ya saya kerjakan," pungkasnya. (*)


Topik

Ruang Mahasiswa Anak-TKW Kabupaten-Malang Magister Universitas-Negeri-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wahida Rahmania Arifah

Editor

Lazuardi Firdaus